
LombokPost- Manchester United (MU) mendapat peringatan serius menjelang menjamu AS Roma dalam lanjutan fase liga Liga Champions 2026/2027. Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, percaya diri dengan kekuatan lini serang timnya yang dinilai memiliki banyak pemain berbahaya. Roma akan bertandang ke Old Trafford untuk menghadapi MU pada Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. Laga ini menjadi ujian berat bagi Setan Merah yang tengah berjuang mengakhiri tren negatif di tengah tekanan terhadap posisi manajer Michael Carrick.
MU datang dengan catatan kurang meyakinkan. Mereka menelan kekalahan dalam dua pertandingan terakhir Liga Champions, masing-masing saat menghadapi Como dan Atletico Madrid. Kemenangan atas Sabah pada September lalu menjadi hasil positif terakhir yang diraih Setan Merah. Sejak saat itu, MU belum mampu kembali menang di seluruh kompetisi. Kekalahan 0-2 dari Chelsea di Premier League akhir pekan lalu memperpanjang catatan tanpa kemenangan menjadi sembilan pertandingan.
Kondisi berbeda justru dialami AS Roma. I Giallorossi tampil impresif pada awal musim Serie A. Mereka belum tersentuh kekalahan dan telah mengemas 28 gol dari 10 pertandingan pertama. Produktivitas tersebut menjadi modal penting Roma menjelang lawatan ke Old Trafford. Gasperini menegaskan, kekuatan lini serang timnya tidak hanya bertumpu pada satu atau dua pemain. Banyak pemain mampu memberikan kontribusi melalui gol maupun assist.
Baca Juga: VAR Dikritik usai Liverpool Dikalahkan Arsenal, Mantan Wasit Sebut Isak Layak Dapat Penalti
"Terkadang angka-angka memang bisa menceritakan banyak hal. Selain mencetak banyak gol, kami juga mampu mencetak gol melalui banyak pemain berbeda," ujar Gasperini kepada awak media, seperti dikutip dari Manchester Evening News, Selasa (3/11).
"Itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaan diri di dalam tim. Banyak pemain merasa bisa memberikan kontribusi penting, baik melalui assist maupun gol. Kami mencetak lebih banyak gol dengan melibatkan lebih banyak pemain, dan itu merupakan pertanda bagus," lanjutnya.
Pernyataan Gasperini menjadi sinyal bahwa MU tidak bisa hanya mewaspadai satu pemain Roma. Sebaran pencetak gol yang merata membuat lini serang I Giallorossi memiliki banyak opsi untuk mengancam pertahanan tuan rumah.Di sisi lain, pertandingan melawan Roma berlangsung dalam situasi sulit bagi Carrick. Performa buruk di Premier League membuat MU terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara. Mereka hanya berada di luar zona degradasi berkat keunggulan selisih gol.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi mengenai masa depan Carrick. Sejumlah laporan pada akhir pekan lalu menyebut manajemen MU ingin bertahan hingga jeda internasional sebelum mengambil keputusan terkait posisi sang manajer. Setelah menjamu Roma di Liga Champions, MU masih harus menghadapi Aston Villa dalam lanjutan Premier League. Pertandingan tersebut menjadi laga terakhir Setan Merah sebelum kompetisi memasuki jeda internasional.
Karena itu, duel MU vs AS Roma memiliki arti penting bagi Carrick. Kemenangan bisa menjadi momentum untuk memperbaiki situasi di Old Trafford. Sebaliknya, jika kembali gagal meraih hasil positif, tekanan terhadap manajer MU tersebut berpotensi semakin besar. Roma pun datang dengan kepercayaan diri tinggi. Produktivitas 28 gol dalam 10 pertandingan Serie A menjadi bukti ketajaman lini serang mereka. MU harus menemukan cara menghentikan ancaman banyak pemain Roma jika tidak ingin kembali memperpanjang catatan buruk.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




