LombokPost - AC Milan musim ini di Serie A sudah mengantongi 15 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 2 kekalahan.
Sebuah statistik yang tidak terlalu wah, namun juga tidaklah buruk, terlebih jika dibandingkan capaian AC Milan musim lalu.
Raihan itu menempatkan AC Milan di peringkat 2 klasemen Serie A Italia saat ini, di bawah Inter Milan dengan jarak 10 poin.
Yang paling tidak mengenakkan tentu saja kekalahan terakhir 0-1 AC Milan dari Parma.
Kekalahan yang didapat saat mengenakan jersey ke-4, seragam baru yang sudah tampil beda dan berani, tapi sayangnya belum membawa tuah bagi AC Milan.
Alih-alih jadi simbol keberuntungan, justru terasa buntung di laga perdananya, desainnya mungkin fresh dan eksklusif, tapi hasil di lapangan tetap jadi tolok ukur utama bagi AC Milan.
Dalam sepak bola, estetika tak pernah lebih penting dari efektivitas, jersey boleh baru, tapi yang dibutuhkan tetap satu, performa dan kemenangan.
Dalam membaca situasi AC Milan, secara objektif, menyalahkan wasit saja keliru, tapi menutup mata terhadap rentetan kontroversi juga sama salahnya.
Masalah di lapangan AC Milan tak boleh buang poin saat menghadapi tim yang di atas kertas harusnya bisa mereka kalahkan, semisal Parma, Genoa, Pisa, hingga Cremonese.
Baca Juga: Jika Tak Ingin Biarkan Inter Milan Raih Scudetto, AC Milan Wajib Lakukan Hal Ini
AC Milan yang minim alternatif taktik dan determinasi jadi sorotan, hal yang membuat momentum lolos Liga Champions terancam.
Laga AC Milan vs Parma sekali lagi jadi puncak frustrasi.
Insiden gol Parma, VAR tetap mengintervensi meski wasit sudah ambil keputusan pelanggaran bagi AC Milan.
Ada dorongan pada bek AC Milan Davide Bartesaghi sebelum gol, kiper Mike Maignan juga disebut dihalangi saat momen krusial.
Namun hasilnya gol sah, dan AC Milan kalah. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic