Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alat Ukur Delapan Gudang Jagung Diduga Tak Layak

R
Penulis: Redaksi❯

CEK KELAYAKAN: Tim Diskoperindag Kota Bima mengecek alat ukur kadar air jagung di salah satu gudang, Rabu (8/4). (Dok Prokopim Setda Kota Bima )


Advertisement

CEK KELAYAKAN: Tim Diskoperindag Kota Bima mengecek alat ukur kadar air jagung di salah satu gudang, Rabu (8/4). (Dok Prokopim Setda Kota Bima )

LombokPost- Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima memperketat pengawasan alat ukur kadar air jagung di sejumlah gudang supplier.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan transaksi perdagangan berjalan adil dan transparan.

Advertisement

Pengawasan melibatkan tim gabungan dari Satreskrim Polres Bima Kota, Perum Bulog Cabang Bima, serta asosiasi petani dan pengusaha jagung.

Sedikitnya delapan lokasi menjadi sasaran pemeriksaan, Rabu (8/4).

Advertisement

Dari hasil pengawasan, ditemukan sebagian besar alat ukur kadar air jagung belum memenuhi standar legal metrologi.

Kepala Diskoperindag Kota Bima Ruslan mengatakan, pengawasan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi petani sekaligus menjaga kepercayaan dalam rantai perdagangan.

“Pemerintah hadir untuk memastikan setiap transaksi berjalan adil. Kami tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan solusi agar pelaku usaha segera memenuhi ketentuan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Diskoperindag memberikan imbauan dan peringatan kepada pelaku usaha untuk segera melakukan kalibrasi alat ukur.

Mereka juga memfasilitasi proses tera dan tera ulang melalui Unit Metrologi Legal (UML) maupun Dinas Perdagangan Provinsi NTB di Mataram.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

800 Ton Jagung SPHP Harus Ludes Terserap Sebelum 1 November

800 Ton Jagung SPHP Harus Ludes Terserap Sebelum 1 November

NTB mendapat alokasi 2.500 ton jagung SPHP untuk memenuhi kebutuhan peternak hingga Februari 2027, dengan syarat sisa 800 ton ditebus.

Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bidik Jagung Dompu

Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bidik Jagung Dompu

Jagung petani di Kabupaten Dompu berpeluang mendapat pasar baru. Pemerintah berencana membangun pabrik pakan ternak

8.000 Ton Jagung SPHP NTB Terancam Dialihkan ke Provinsi Lain

8.000 Ton Jagung SPHP NTB Terancam Dialihkan ke Provinsi Lain

Jagung SPHP NTB terancam dialihkan, setelah 800 ton belum terserap. Pemprov NTB berupaya mempertahankan alokasi 8.000 ton.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer