Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Bima Canangkan Kelurahan Cantik, Perkuat Budaya Sadar Data

R
Penulis: Redaksi❯
BUDAYA SADAR DATA: Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin (empat kanan) berfoto bersama dengan jajaran BPS. (Diskominfotik Kota Bima For Lombok Post)
BUDAYA SADAR DATA: Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin (empat kanan) berfoto bersama dengan jajaran BPS. (Diskominfotik Kota Bima For Lombok Post)

Advertisement

LombokPost - Pemkot Bima bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan Program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) di Aula Maja Labo Dahu.

Program ini menjadi langkah awal membangun budaya sadar data di tingkat kelurahan, dengan tiga wilayah sebagai lokus awal, yakni Kelurahan Ntobo, Rabadompu Timur, dan Rabangodu Utara.

Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin menegaskan, data yang akurat menjadi kunci utama dalam menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran.

“Pembangunan modern tidak bisa lagi berjalan tanpa data yang akurat. Tanpa data, kebijakan hanya asumsi, dengan data kebijakan menjadi solusi,” tegasnya.

Menurutnya, Kota Bima masih menghadapi sejumlah tantangan seperti pertumbuhan penduduk, penyediaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta pemerataan layanan publik.

Advertisement

"Data berkualitas sangat dibutuhkan sebagai dasar pengambilan kebijakan," jelasnya.

Program Kelurahan Cantik sendiri merupakan bagian dari pembinaan statistik sektoral oleh BPS untuk meningkatkan literasi statistik, standardisasi pengelolaan data, serta optimalisasi pemanfaatan data di tingkat kelurahan.

Kepala BPS Kota Bima Tuti Juhaeti menjelaskan, program ini telah berjalan sejak 2021 dan pada 2026 memasuki tahun keenam pelaksanaan, dengan fokus pembinaan di Kecamatan Raba.

“Masing-masing kelurahan telah menyiapkan agen statistik yang akan dibina untuk memperkuat kapasitas pengelolaan data,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bappeda, Diskominfotik, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan agar program berjalan optimal.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen

Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen

Persentase penduduk miskin di Lombok Tengah (Loteng) turun menjadi 10,34 persen pada 2026, setara dengan sekitar 106,82 ribu orang.

Masuk 4 Besar Nasional, NTB Jadi Salah Satu Provinsi Paling Rajin Berolahraga di Indonesia

Masuk 4 Besar Nasional, NTB Jadi Salah Satu Provinsi Paling Rajin Berolahraga di Indonesia

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, NTB berhasil menembus posisi empat besar sebagai provinsi paling rajin berolahraga

Kemiskinan Indonesia 8,07 Persen atau 64,1 Persen? BPS Jelaskan Perbedaan Metodenya

Kemiskinan Indonesia 8,07 Persen atau 64,1 Persen? BPS Jelaskan Perbedaan Metodenya

BPS menjelaskan perbedaan angka kemiskinan 8,07 persen dengan estimasi Bank Dunia 64,1 persen karena menggunakan standar dan tujuan berbeda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer