Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jembatan Garuda Samili Beroperasi, Distribusi Hasil Pertanian dan Akses ke Sekolah Kini Lebih Mudah

J
Penulis: Jelo J❯
Sejumlah murid SD sedang bermain di bawah Jembatan Garuda Samili, Senin (26/10).
Sejumlah murid SD sedang bermain di bawah Jembatan Garuda Samili, Senin (26/10).

Advertisement

LombokPost-Jembatan Perintis Garuda di Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, resmi beroperasi, Senin (26/10).

Infrastruktur sepanjang sekitar 50 meter itu diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Peresmian dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bima Agus Salim. Jembatan tersebut dibangun untuk menghubungkan Dusun Sakali dengan Dusun Dora di Desa Samili.

Advertisement

Agus Salim mengatakan, keberadaan jembatan menjadi solusi untuk mengatasi kendala aksesibilitas yang selama ini dihadapi masyarakat. Akses yang lebih baik diharapkan mempermudah distribusi hasil pertanian, perjalanan anak sekolah, hingga aktivitas ekonomi warga.

“Jembatan Garuda Samili kini hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi kendala aksesibilitas, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses sekolah, hingga mobilitas ekonomi warga Desa Samili dan sekitarnya,” katanya.

Advertisement

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Warga diharapkan bisa memanfaatkan jembatan dengan baik serta bersama-sama menjaga dan merawatnya agar dapat digunakan dalam jangka panjang," ajak dia.

Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1608/Bima, mitra kerja, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bergotong royong mendukung pembangunan jembatan. "Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat terus diperkuat untuk mendorong pembangunan Kabupaten Bima yang lebih maju dan sejahtera," harapnya.

Sementara, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan menjelaskan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program prioritas Presiden. Menurut dia, jembatan tersebut menjadi pembangunan infrastruktur pertama dari program itu yang direalisasikan di Kabupaten Bima.

"Jembatan dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar tiga meter tersebut dikerjakan selama kurang lebih lima bulan. Kehadirannya diharapkan meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya bagi warga Dusun Sakali dan Dusun Dora," tambah dia.

Advertisement
Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nyebur ke Laut saat Ditangkap, DPO Kasus Sabu Setengah Kilo di Bima Akhirnya Diringkus

Nyebur ke Laut saat Ditangkap, DPO Kasus Sabu Setengah Kilo di Bima Akhirnya Diringkus

Upaya Firdaus, warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, untuk menghindari penangkapan berakhir gagal. 

Anggaran Ratusan Miliar Mengalir ke Bima untuk Bangun Irigasi, Jalan hingga Pengendalian Banjir

Anggaran Ratusan Miliar Mengalir ke Bima untuk Bangun Irigasi, Jalan hingga Pengendalian Banjir

Pemkab Bima mendapat dukungan anggaran ratusan miliar rupiah dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur.

Kapolres Bima Ajak Warga Berani Ungkap Peredaran Narkoba

Kapolres Bima Ajak Warga Berani Ungkap Peredaran Narkoba

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar meminta masyarakat berani melaporkan dugaan peredaran narkotika di lingkungan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer