LombokPost-Upaya pencarian terhadap Kifen, 18 tahun, warga yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Sangeang Api, Kabupaten Bima, kembali dilakukan.
Pemkab Bima resmi mengajukan permintaan bantuan kepada Basarnas Mataram untuk melanjutkan pencarian yang sebelumnya telah dihentikan. Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Desember.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bima Muhammad Darwis menegaskan, pencarian kali ini bukan merupakan kelanjutan dari operasi SAR sebelumnya yang telah dinyatakan ditutup secara resmi.
“Operasi yang dulu sudah dihentikan. Pencarian kali ini dilakukan atas permintaan Pemkab Bima kepada Kantor SAR Mataram,” kata Darwis, Selasa (23/12).
Baca Juga: Sembilan Hari Hilang di Gunung Sangeang Api, Pencarian Kifen Tak Seheboh Juliana Marins
Dia mengungkapkan, sebelumnya Tim SAR sempat melakukan pencarian terhadap Kifen di kawasan puncak Gunung Sangiang Api. Namun, operasi tersebut terpaksa dihentikan karena berbagai kendala, mulai dari medan yang ekstrem hingga cuaca buruk yang membahayakan keselamatan tim.
“Selain faktor medan dan cuaca, penghentian pencarian juga berdasarkan permintaan orang tua korban saat itu,” jelas Darwis.
Meski demikian, harapan keluarga dan pemerintah daerah untuk menemukan Kifen belum padam. Pemkab Bima kembali mengupayakan pencarian dengan melibatkan dukungan teknologi dan personel dari Kantor SAR Mataram.
“Mulai hari ini (kemarin) pencarian kembali dilanjutkan dan direncanakan berlangsung hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Bejat! Oknum Satpol PP di Bima Rudapaksa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur
Darwis menambahkan, dalam operasi sebelumnya, Tim SAR tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban, baik berupa jejak maupun petunjuk lain yang mengarah pada posisi Kifen. Karena itu, pencarian kali ini diharapkan lebih maksimal dengan dukungan peralatan canggih.
Untuk mendukung operasi, Bupati Bima secara khusus mendatangkan drone thermal lengkap dengan pilot dan co-pilot dari Kantor SAR Mataram.
Drone tersebut memiliki kemampuan mendeteksi panas tubuh manusia dengan jangkauan hingga lima kilometer dan ketinggian operasional mencapai 1.000 feet atau sekitar 3,2 kilometer.
Baca Juga: Polisi Koordinasi dengan BPOM, Selidiki Obat Herbal dan Kosmetik Ilegal di Bima
Drone thermal ini sebelumnya juga digunakan Tim SAR dalam operasi pencarian Juliana Marins yang hilang di Gunung Rinjani, Lombok.
Berdasarkan surat perintah tugas dari Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Haryadi, dua personel SAR Mataram ditugaskan untuk membantu pencarian korban hilang di puncak Gunung Sangiang Api selama periode 23 hingga 26 Desember 2025.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Nurul Huda mengatakan, seluruh kebutuhan operasional pencarian difasilitasi oleh Pemkab Bima. “Bupati Bima memberikan dukungan penuh, termasuk pembiayaan bagi seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian ini,” kata Nurul Huda.
Baca Juga: PK Mantan Wali Kota Bima Ditolak pada Kasus Gratifikasi Pengadaan Barang Jasa Pemkot Bima
Dia menjelaskan, setibanya di Bima, tim pilot dan co-pilot drone dari Kantor SAR Mataram akan memberikan briefing teknis sebelum diterjunkan ke lokasi pencarian. Pencarian dengan drone thermal direncanakan dimaksimalkan dalam dua hari pertama, menyesuaikan kondisi cuaca dan medan.
“Drone thermal ini menjadi harapan besar karena mampu menjangkau area luas yang sulit diakses tim darat,” katanya.
Diketahui, Kefin berangkat bersama tiga rekannya Meri, Aldin, dan Kafun menuju puncak Gunung Sangeang Api, Sabtu (13/12). Mereka hendak berburu kambing liar.
Baca Juga: BPOM Temukan Obat Herbal dan Kosmetik Ilegal Berbahaya di Bima, Ini Daftarnya!
Setibanya di lokasi sekitar pukul 19.00 Wita, mereka beristirahat dan tidur di goa. Keesokan harinya, Aldin dan Kifen mendaki duluan menuju puncak. Sementara Meri dan Kafun memasak dulu dan menyiapkan bekal menuju puncak.
Setelah selesai memasak sekitar Pukul 08.00 Wita, mereka berdua melanjutkan perjalanan mengikuti Aldin dan Kifen. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Aldin yang turun kembali.
Beberapa jam kemudian mereka mulai gelisah karena Kifen tidak muncul. Terlebih lagi, mereka sudah melewati batas waktu perjanjian untuk bertemu di titik yang telah disepakati.
Baca Juga: Pengembangan Wisata Teluk Bima, Jalan Temba Kolo Diaspal
Selanjutnya, siang itu mereka mulai melakukan pencarian mandiri. Beberapa kali naik sampai ke puncak dan turun sampai ke lokasi awal bertemu dengan Aldin. Di situ, mereka menunggu hingga pukul 08.00 Wita, Senin (15/12). Namun Kifen tak kunjung kembali.
Rekan Kifen pun melaporkan ke warga hingga Kantor SAR Mataram. Namun setelah beberapa hari pencarian dan tidak membuahkan hasil, tim SAR secara resmi menutup operasi SAR pencarian Kifen, Rabu (17/12).
Editor : Jelo Sangaji