Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manfaatkan Gencatan Senjata, Iran Percepat Rekonstruksi Persediaan Rudal dan Drone

R
Puing-puing pesawt tempur AS yang dihancurkan IRGC. (SEPAH NEWS/AFP/Getty Images)
Puing-puing pesawt tempur AS yang dihancurkan IRGC. (SEPAH NEWS/AFP/Getty Images)

Advertisement

LombokPost — Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan percepatan dalam membangun kembali cadangan rudal dan drone. Langkah ini diambil guna meningkatkan kesiapan operasional pasukan selama periode gencatan senjata berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan unggahan rekaman visual yang memperlihatkan aktivitas pemeliharaan serta rekonstruksi persediaan persenjataan strategis Iran.

Brigadir Jenderal Majid Mousavi mengungkapkan bahwa momentum pengisian kembali platform peluncur rudal dan pesawat nirawak (drone) saat ini telah melampaui kapasitas produksi yang dimiliki Iran sebelum pecahnya konflik.

Advertisement

“Selama periode gencatan senjata, kecepatan kami dalam memperbarui dan mengisi kembali platform peluncur rudal dan drone bahkan lebih besar daripada sebelum perang. Kami memiliki informasi bahwa musuh tidak mampu menciptakan kondisi seperti itu untuk dirinya sendiri dan terpaksa mendatangkan amunisi dari sisi lain dunia secara bertahap,” ujar Mousavi.

Otoritas militer Iran menilai bahwa pihak lawan, dalam hal ini Amerika Serikat dan Israel, telah mengalami kemunduran signifikan dalam operasi militer mereka di kawasan. Mousavi mengeklaim bahwa kendali strategis di sejumlah titik vital kini berada di tangan pihak Iran dan sekutunya.

“Mereka juga kalah dalam tahap perang ini! Mereka telah kehilangan Selat Hormuz, dan mereka juga telah kehilangan Lebanon dan kawasan ini,” tambahnya.

Advertisement

Sorotan terhadap Dampak Kemanusiaan

Selain membahas aspek teknis militer, pihak IRGC juga menyoroti kebijakan blokade yang berdampak pada warga sipil. Teheran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap konvensi internasional.

“Terlebih lagi, dengan sengaja menjatuhkan hukuman kolektif kepada penduduk Iran, hal itu sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tegas Mousavi.

Situasi di Asia Barat saat ini masih dalam pengawasan ketat dunia internasional, seiring dengan upaya Iran memperkuat lini pertahanannya di tengah masa jeda pertempuran yang masih sangat fluktuatif.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir

Donald Trump memberi ultimatum kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.

Iran Tak Biarkan Setetes Minyak Lewati Selat Hormuz

Iran Tak Biarkan Setetes Minyak Lewati Selat Hormuz

Ancaman penutupan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global karena sekitar seperlima perdagangan.

AS Tembaki Tanker, Iran Ancam Perang Bakal Meluas: Trump Desak Teheran Patuhi MoU

AS Tembaki Tanker, Iran Ancam Perang Bakal Meluas: Trump Desak Teheran Patuhi MoU

Amerika Serikat (AS) mulai menembaki kapal-kapal yang melintas menuju Iran. Sebuah kapal tanker minyak diserang dengan rudal Hellfire.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer