LombokPost-Hubungan Mesir dengan Israel semakin memanas sejak Israel berusaha menguasai daerah-daerah perbatasan Mesir-Palestina.
Sebelumnya, Israel pernah berusaha untuk mengambil alih poros Philadelphia yang diduga terdapat terowongan untuk memberi akses senjata masuk ke Palestina.
Mesir dengan tegas menolak tersebut karena melanggar perjanjian perdamaian Mesir-Israel.
Dikutip dari Jawa Pos, kini, hubungan bilateral kedua negara ini tampaknya semakin renggang sejak Israel berusaha terus lakukan agresi mereka di daerah Rafah, Palestina yang berbatasan langsung dengan Mesir.
Sumber informasi orang dalam di Palestina melaporkan pada hari Minggu (28/1) bahwa, Mesir mengatakan kepada faksi-faksi Palestina tentang keputusan tegasnya untuk tidak mengizinkan pendudukan Israel menyerang zona perbatasan Palestina-Mesir di Rafah.
Sumber dari Palestina tersebut menunjukkan bahwa Mesir telah menekankan bahwa, “Setiap serangan terhadap perbatasan Mesir-Palestina adalah serangan terhadap keamanan nasional Mesir.”
Menurut Al-Mayadeen, “Faksi perlawanan Palestina memuji keputusan Mesir dan menganggapnya sebagai upaya menjaga perbatasan dan kedaulatan, dan menyatakan bahwa Mesir tegas terhadap proyek pengungsian.”
Faksi-faksi perlawanan Palestina tersebut tampaknya memandang posisi Mesir sebagai salah satu yang negara paling penting untuk mencegah agresi militer Israel di wilayah perbatasan Mesir-Palestina terjadi.
Beberapa hari lalu, Kepala Dinas Informasi Negara (SIS) Mesir, Diaa Rashwan, mengatakan upaya Israel menguasai Poros Philadelphia di Jalur Gaza sepanjang perbatasan dengan Mesir diperkirakan akan mengancam hubungan Mesir-Israel.
“Periode baru-baru ini telah menyaksikan banyak pernyataan dari para pejabat Israel, khususnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang membuat klaim dan tuduhan palsu mengenai dugaan penyelundupan senjata, bahan peledak, amunisi dan barang-barang lainnya ke Jalur Gaza dari wilayah Mesir,” kata Rashwan di situs web SIS. (hiu)