LombokPost - Eskalasi konflik yang kian meningkat di kawasan Timur Tengah memicu otoritas Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi, untuk menerbitkan peringatan perjalanan (travel advisory) bagi seluruh penumpang.
Kondisi ini juga melihat memanasnya Timur Tengah yang kini terjadi.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi gangguan operasional penerbangan akibat situasi keamanan regional yang tidak menentu.
Penerbangan Terancam Terganggu
Pihak otoritas bandara menghimbau seluruh maskapai dan penumpang untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan jadwal secara mendadak.
Meski operasional bandara saat ini masih berjalan, ketegangan di wilayah udara sekitarnya memaksa protokol keamanan ditingkatkan ke level maksimal.
Baca Juga: Gerabah NTB Diekspor ke Timur Tengah Hingga Afrika
"Kami meminta seluruh penumpang untuk terus memantau status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara," tulis pernyataan resmi otoritas KAIA.
Dampak bagi Jamaah Umrah dan Wisatawan
Peringatan ini menjadi sorotan tajam bagi biro perjalanan umrah, termasuk di Indonesia.
Baca Juga: Travel Umrah Tolak Wajib Inap di Kampung Haji, Jarak ke Masjidilharam Dinilai Terlalu Jauh
Mengingat Bandara Jeddah merupakan gerbang utama bagi jamaah yang akan menuju Makkah.
Potensi keterlambatan (delay) atau pengalihan rute penerbangan menjadi risiko yang harus diantisipasi.
Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) turut memantau perkembangan ini dan menyarankan agar para penyelenggara tetap tenang namun sigap dalam melakukan mitigasi jika terjadi pembatalan penerbangan demi keselamatan jemaah.
Protokol Keselamatan Internasional
Peningkatan status waspada ini sejalan dengan langkah beberapa maskapai internasional yang mulai menghindari wilayah udara tertentu di Timur Tengah.
Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko keselamatan jiwa di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Editor : Kimda Farida