LombokPost--Ketegangan geopolitik terkait Iran memunculkan perbedaan sikap di antara negara-negara Barat.
Sejumlah sekutu Amerika Serikat mulai menegaskan posisi yang lebih berhati-hati dan memilih jalur diplomasi dibanding keterlibatan langsung dalam operasi militer.
Pemerintah Kanada menegaskan tidak akan bergabung dalam serangan terhadap Iran bersama Amerika Serikat dan Israel.
Perdana Menteri Mark Carney menyatakan bahwa Kanada tidak akan ikut serta dalam operasi ofensif militer.
Ottawa menekankan pentingnya diplomasi dan penyelesaian konflik melalui mekanisme hukum internasional.
Sikap Kanada menambah daftar negara yang mengambil jarak dari kemungkinan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Wabup KSB Bagikan Paket Sembako untuk Lansia dan Anak Yatim
Spanyol dan Meksiko Lebih Pilih Diplomasi
Sebelumnya, Spanyol juga menunjukkan sikap serupa dengan menolak keterlibatan langsung dalam operasi militer.
Pemerintah Madrid menegaskan dukungannya pada penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan hukum internasional.
Sementara itu Meksiko menyerukan deeskalasi dan dialog damai.
Pemerintah Meksiko menyatakan kebijakan luar negeri mereka tetap berpegang pada prinsip non-intervensi dan penyelesaian konflik secara damai.
Sekutu Barat Tidak Sepenuhnya Seragam
Meski demikian, tidak semua sekutu Barat mengambil sikap yang sama.
Negara-negara seperti Inggris, Perancis, dan Jerman menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati, dengan sebagian memberikan dukungan defensif terhadap sekutu mereka.
Di sisi lain, beberapa negara Teluk cenderung lebih mendukung langkah-langkah yang bertujuan menahan pengaruh Iran di kawasan, terutama terkait kekhawatiran terhadap program nuklir Teheran.
Baca Juga: Manisan Pala Batukliang Utara, Menjaga Tradisi Kuliner Lokal
Perbedaan Sikap yang Biasa Terjadi dalam Aliansi
Pengamat menilai perbedaan sikap ini bukan hal baru dalam hubungan antar sekutu Barat.
Dalam berbagai konflik sebelumnya, seperti perdebatan terkait Perang Irak, negara-negara sekutu juga pernah mengambil posisi yang berbeda.
Perbedaan kebijakan ini mencerminkan kedaulatan masing-masing negara dalam menentukan sikap luar negeri mereka, sekaligus menunjukkan bahwa aliansi internasional tidak selalu bergerak dalam satu garis yang sama.
Namun demikian, banyak negara Barat masih memiliki kekhawatiran yang sama terkait potensi pengembangan senjata nuklir oleh Iran, sehingga diplomasi dan tekanan internasional tetap menjadi bagian dari strategi mereka.
Editor : Kimda Farida