LombokPost - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, kembali melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan menyebut tindakan Israel sebagai “teror” yang mengancam stabilitas kawasan dan dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.
“Teror regional dan teror Netanyahu terus mengancam perdamaian regional dan global,” ujarnya, seperti dikutip Jumat (20/3).
Ia juga menuding bahwa gelombang serangan yang terjadi sejak akhir Februari dipicu oleh kebijakan agresif Israel.
“Serangan yang berpusat pada Iran, yang dimulai pada 28 Februari akibat provokasi Netanyahu, telah semakin memperdalam ketidakstabilan di kawasan kita,” lanjutnya.
Pernyataan ini mempertegas posisi Turki yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten mengambil sikap konfrontatif terhadap kebijakan Israel, terutama sejak konflik Gaza dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Erdogan kerap menggunakan istilah keras untuk menggambarkan tindakan Israel, termasuk menyebutnya sebagai bentuk “teror negara”, sekaligus mendorong komunitas internasional untuk menekan Tel Aviv melalui jalur diplomasi.
Dalam konteks terbaru, konflik tidak lagi terbatas pada Gaza, tetapi telah meluas ke wilayah Iran dan negara-negara Teluk, dengan serangan yang menyasar fasilitas strategis energi dan militer.
Analis menilai pernyataan Erdogan mencerminkan kekhawatiran negara-negara kawasan terhadap potensi konflik yang semakin melebar, sekaligus menunjukkan semakin tajamnya polarisasi sikap di antara negara-negara besar terkait perang yang sedang berlangsung.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin