LombokPost - Sebuah rudal yang dikaitkan dengan Iran dilaporkan menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam wilayah Dimona, kawasan strategis di selatan Israel yang dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir utama negara tersebut.
Rekaman yang beredar memperlihatkan proyektil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum terjadi ledakan di area target.
“Rudal Iran melesat melewati pertahanan udara Israel dengan kecepatan tinggi dan menghantam Dimona,” demikian narasi yang disampaikan dalam laporan yang beredar, seperti dikutip Minggu (22/3).
Dimona memiliki nilai strategis tinggi karena menjadi pusat program nuklir Israel, menjadikannya salah satu target paling sensitif dalam konflik.
Jika serangan ke wilayah tersebut terkonfirmasi, hal ini menandai eskalasi signifikan, karena target tidak lagi terbatas pada kawasan perkotaan atau instalasi militer biasa, tetapi menyasar aset strategis tingkat tinggi.
Serangan ini juga menyoroti tekanan terhadap sistem pertahanan udara Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi gelombang serangan rudal dan drone dalam jumlah besar.
Meski sistem pertahanan seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow mampu mencegat sebagian besar ancaman, sejumlah proyektil dilaporkan tetap berhasil menembus pertahanan dalam kondisi tertentu.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari militer Israel mengenai dampak langsung di Dimona maupun tingkat kerusakan yang terjadi.
Namun laporan ini memperkuat indikasi bahwa konflik telah memasuki fase yang lebih berbahaya, dengan target yang semakin sensitif dan risiko eskalasi yang semakin tinggi.