Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Israel Bunuh Dua Jurnalis dan Satu Juru Kamera di Libanon

Redaksi Lombok Post • Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:55 WIB

Situasi di perbatasan utara Israel dan selatan Lebanon kian mencekam. Eskalasi serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Israel dilaporkan telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar.
Situasi di perbatasan utara Israel dan selatan Lebanon kian mencekam. Eskalasi serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Israel dilaporkan telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar.
LombokPost--Dunia pers kembali berduka setelah dua jurnalis terkemuka Lebanon dan seorang juru kamera dilaporkan tewas dalam sebuah serangan udara yang dilancarkan militer Israel.

Insiden mematikan ini terjadi di wilayah sektor selatan Lebanon saat para awak media tersebut sedang menjalankan tugas peliputan.

Berdasarkan laporan media setempat, sebuah pesawat nirawak (drone) milik Israel melepaskan sedikitnya empat rudal ke arah sebuah mobil sedan yang tengah melintas di pinggiran kota Jezzine.

Laporan awal dari sumber lokal mengidentifikasi korban tewas adalah Fatima Fatouni, koresponden untuk saluran berita televisi al-Mayadeen yang berbasis di Beirut. Korban lainnya adalah Ali Shuaiba, jurnalis dari saluran televisi al-Manar yang berafiliasi dengan gerakan Hizbullah.

Selain kedua jurnalis tersebut, sumber-sumber terkait mengonfirmasi adanya korban ketiga dalam insiden ini, yakni juru kamera Mohammad Fatouni.

Kendaraan yang ditumpangi para awak media ini hancur total setelah terkena hantaman rudal secara bertubi-tubi.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras serangan udara tersebut. Pemerintah Beirut menilai tindakan ini sebagai bentuk agresi nyata yang menyasar warga sipil dan pekerja media.

Dalam keterangannya, Presiden Aoun bersumpah bahwa pemerintah Beirut akan menghadapi agresi Israel yang sedang berlangsung, dan akan mengeksplorasi semua saluran yang tersedia untuk menghentikan serangan terhadap wilayah Lebanon.

Insiden ini menambah panjang daftar jurnalis yang menjadi korban di tengah berkecamuknya konflik di kawasan perbatasan. Berbagai organisasi pers internasional telah berulang kali menyerukan perlindungan bagi awak media yang bertugas di zona perang sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Pemerintah Lebanon dikabarkan akan segera membawa kasus ini ke jalur diplomasi internasional guna menuntut pertanggungjawaban atas serangan yang menewaskan para pejuang informasi tersebut. Hingga kini, situasi di Lebanon Selatan dilaporkan masih sangat tegang seiring dengan meningkatnya intensitas serangan lintas batas.

 

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #iran #lebanon