Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

NTP Turun, Sinyal Daya Beli Petani NTB Melemah  

G
Penulis: Geumerie Ayu❯

 

PANEN RAYA: Salah satu mesin harvester yang tengah melakukan panen padi dalam kegiatan panen raya di Lombok Utara, belum lama ini.
PANEN RAYA: Salah satu mesin harvester yang tengah melakukan panen padi dalam kegiatan panen raya di Lombok Utara, belum lama ini.

LombokPost – Nilai Tukar Petani (NTP) pada Januari 2026 mengalami penurunan cukup signifikan, berada di angka 130,31 poin. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,86 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.


Advertisement

Merosotnya NTP ini menjadi sinyal melemahnya daya beli petani. Hal itu dipicu jatuhnya harga sejumlah komoditas unggulan di tingkat produsen saat memasuki musim panen.

Ketua Tim Statistik Harga BPS NTB Muhammad Ahyar menjelaskan, penurunan ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) terjun lebih dalam ketimbang Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

“It turun sebesar 2,92 persen, sementara indeks yang dibayar petani atau Ib hanya turun tipis 0,06 persen. Ketimpangan ini yang membuat NTP kita terkoreksi,” jelas Ahyar.

Advertisement

Penurunan paling tajam dirasakan pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Sejumlah komoditas strategis seperti gabah, jagung, bawang merah, hingga aneka cabai tercatat mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.

Ahyar menyebut, faktor cuaca dan siklus panen menjadi penyebab utama. Di beberapa sentra produksi NTB, petani mulai melakukan panen raya. Namun, tingginya intensitas hujan berdampak pada kualitas hasil bumi.

“Harga gabah dan jagung turun karena sudah masuk musim panen. Masalahnya, kadar air saat musim hujan ini cukup tinggi, sehingga kualitasnya menurun dan harga jual di tingkat petani pun ikut rendah,” ungkapnya.

Advertisement

Kondisi serupa terjadi pada komoditas bawang merah dan cabai. Melimpahnya pasokan, baik dari hasil panen lokal maupun kiriman dari luar daerah, membuat stok di pasar membludak. Hukum pasar pun berlaku, pasokan tinggi, harga terkoreksi.

Meski secara umum NTP NTB masih berada di atas ambang batas 100, artinya petani secara teoritis masih mengalami surplus, penurunan ini tetap perlu diwaspadai.

Subsektor Hortikultura tercatat masih yang tertinggi di angka 237,96, disusul Tanaman Pangan (122,08), dan Peternakan (112,74).

Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang menjadi indikator kemampuan ekonomi usaha tani juga melandai ke angka 135,39, atau turun 3,05 persen.

Dari sisi pengeluaran, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebenarnya turun 0,18 persen. Terbantu oleh turunnya harga BBM jenis Pertamax dari Rp 12.750 menjadi Rp 12.350 per liter.

“Namun, penurunan biaya konsumsi ini belum cukup kuat untuk menutupi anjloknya pendapatan dari hasil panen,” tambah Ahyar.

Dengan kondisi ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan atensi terhadap stabilisasi harga di tingkat petani. Tujuannya agar gairah produksi di sektor agraris tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem.

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen

Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen

Persentase penduduk miskin di Lombok Tengah (Loteng) turun menjadi 10,34 persen pada 2026, setara dengan sekitar 106,82 ribu orang.

Antisipasi Gempa Bumi, PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bareng BPBD

Antisipasi Gempa Bumi, PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bareng BPBD

Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional PLN IP.

Polsek Gerung Amankan Terduga Pelaku Pembuangan Orok Bayi di Kebon Ayu Lombok Barat

Polsek Gerung Amankan Terduga Pelaku Pembuangan Orok Bayi di Kebon Ayu Lombok Barat

Aparat Polsek Gerung, Polres Lombok Barat, bergerak cepat mengusut penemuan sesosok janin bayi yang menghebohkan warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer