Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank DBS Indonesia Perkuat Kesiapan Karyawan Menghadapi Era AI

Prihadi Zoldic
Penulis: Prihadi Zoldic❯
Ilustrasi DBS
Ilustrasi DBS

LombokPost - PT Bank DBS Indonesia mempercepat transformasi talenta perbankan di tengah disrupsi teknologi. Strategi ini difokuskan pada penguatan kesiapan karyawan dalam menghadapi perubahan dunia kerja berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Advertisement

Hingga saat ini, hampir 80 persen karyawan DBS Indonesia telah memanfaatkan perangkat iGrow dan iCoach. Inisiatif tersebut bertujuan untuk mengeksplorasi pilihan karier, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi, hingga merencanakan pengembangan diri yang relevan.

Director of Human Resources PT Bank DBS Indonesia, Aries NP Sunu, menyatakan bahwa transformasi AI bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan pergeseran mindset dalam bekerja. Pihaknya memastikan karyawan memiliki perangkat serta kepercayaan diri yang tepat untuk berkembang bersama teknologi.

Advertisement

"Melalui iGrow, iCoach, serta pengalaman belajar praktis seperti Live Fulfilled Festival, kami mendorong karyawan mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan sehari-hari. Tujuannya agar mereka mampu mengurangi aktivitas repetitif dan lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kolaborasi, serta penilaian manusia," ujar Aries.

Kesiapan tenaga kerja menjadi krusial mengingat proyeksi World Economic Forum dalam The Future of Jobs Report 2025. Laporan tersebut mencatat bahwa sekitar 40 persen keterampilan kerja akan berubah dalam beberapa tahun ke depan, yang menuntut adanya akselerasi upskilling dan reskilling secara berkelanjutan.

Selain di Indonesia, DBS Group juga meluncurkan Career Advisory Service yang didukung oleh lebih dari 100 advisor internal. Layanan ini dirancang untuk memberikan pendampingan personal bagi karyawan dalam mengenali kekuatan diri dan menerjemahkan aspirasi menjadi rencana karier yang nyata.

Komitmen DBS dalam pengembangan talenta juga diperkuat melalui kemitraan strategis dengan Institute of Banking and Finance Singapore (IBF). Kerja sama ini mencakup program Uplift, Upskill, dan Upbuild yang bertujuan membekali tenaga kerja dengan kompetensi dasar AI, tata kelola yang bertanggung jawab, hingga pengembangan bakat muda melalui jalur Management Associate.

Head of Group Human Resources DBS, Lee Yan Hong, menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai penguat kemampuan kognitif yang memangkas tugas administratif. Menurutnya, teknologi ini memberi ruang bagi manusia untuk menerapkan keterampilan tingkat tinggi seperti pemecahan masalah dan berpikir kritis.

Upaya konsisten dalam transformasi digital ini turut mengantarkan DBS meraih pengakuan global sebagai World’s Best AI Bank 2025 dari Global Finance. Capaian tersebut mencerminkan posisi bank sebagai pionir dalam mengintegrasikan AI di sektor jasa keuangan dengan tetap menempatkan aspek manusia sebagai fokus utama.

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Enam Bank dan Pintech Ini Jadi Pemungut Pajak Digital Beserta Skemanya

Enam Bank dan Pintech Ini Jadi Pemungut Pajak Digital Beserta Skemanya

Enam bank dan perusahaan teknologi finansial LinkAja ditunjuk sebagai pemungut pajak digital melalui Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi

DJP Pastikan SPP-TDLN Bukan Pajak Baru Bagi Nasabah Bank

DJP Pastikan SPP-TDLN Bukan Pajak Baru Bagi Nasabah Bank

DJP tegaskan SPP-TDLN bukan pajak baru bagi nasabah bank. Sistem ini fokus pada PPN transaksi digital luar negeri sesuai regulasi.

Danamon Raih Penghargaan Best Performance Bank KBMI 3 di BIFA 2026, Ini Keunggulannya

Danamon Raih Penghargaan Best Performance Bank KBMI 3 di BIFA 2026, Ini Keunggulannya

Danamon meraih Best Performance Bank KBMI 3 di BIFA 2026 berkat kinerja bisnis sehat, inovasi layanan, dan tata kelola perusahaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer