Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bisnis Ternak Sapi Samsir Hasilkan Ratusan Juta Sebulan

Geumerie Ayu • Rabu, 12 Februari 2025 | 13:55 WIB

BERI PAKAN: Salah satu pekerja tengah menyiapkan pakan untuk sapi ternak di kandang milik Ahmad Samsir di Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya, Lombok Tengah.
BERI PAKAN: Salah satu pekerja tengah menyiapkan pakan untuk sapi ternak di kandang milik Ahmad Samsir di Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya, Lombok Tengah.
LombokPost- Berawal dari coba-coba, Ahmad Samsir, warga Kelurahan Sasake Kecamatan Praya, Lombok Tengah, sukses menjalankan bisnis ternak sapi.

Dari bisnis tersebut, Samsir bisa menghasilkan cuan hingga ratusan juta Rupiah per bulannya.

“Saya dapat inspirasinya dari teman-teman di Jawa Timur. Awalnya dulu di ayam petelur, pas Covid-19 itu mulai kami beternak ayam pertama kali,” tuturnya.

Dari hasil beternak ayam tersebut, Samsir kemudian mulai mengumpulkan modal untuk mencoba beternak sapi.

Setelah dana terkumpul, dirinya memulai dengan membeli delapan ekor sapi jenis limosin.

Alhamdulillah dari delapan ekor itu kami dapat inspirasi, ternyata beternak sapi itu lebih menguntungkan,” sambungnya

Hasilnya yang lebih menguntungkan, membuat Samsir memilih fokus untuk mengembangkan usaha ternak sapinya.

Dari yang awalnya hanya delapan ekor, kini jumlahnya telah mencapai 106 ekor. Dirinya juga merangkul warga sekitar untuk ikut beternak sapi limosin tersebut.

“Karena dinilai cukup menjanjikan, warga kemudian juga ikut mengembangkan usaha peternakan sapi,” katanya.

Sapi-sapi ternak tersebut dijual Samsir ke berbagai wilayah di Pulau Lombok.

Harga per ekor sapi limosin ini beragam, tergantung bobotnya.

Bobotnya paling kecil berkisar antara 500-550 kilogram dengan harga jual Rp 55 ribu per kilogram.

“Paling murah harganya sekitar Rp 26-27 juta, ada yang paling mahal kita jual kisaran Rp 38-40 juta per ekor,” bebernya.

Dari penjualan ternak sapi tersebut, dirinya bersama warga bisa meraup omzet hingga 100 juta per bulannya.

Tercatat ada 14 orang tenaga kerja yang dipekerjakan Samsir saat ini.

Mulai dari bagian pembersihan, pemberian pakan, hingga jaga malam.

Alhamdulillah, kami bisa membuka lapangan kerja bagi warga lainnya,” katanya.

Berbicara soal kendala, pihaknya sempat kesulitan perihal ketersediaan pakan sapi yang hanya rumput saja.

Namun hal itu sudah bisa diatasi dengan menggunakan sisa bongol jagung, kedelai, dan ampas tahu.

“Kami bersyukur, kekurangan pakan itu sudah ada solusinya,” ucapnya.

Sementara untuk pemasaran, pihaknya menjadi penyuplai untuk wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kabupaten Lombok Tengah, dan Mataram.

”Kalau ke luar daerah kami belum sampai sana, karena terkendala perizinan, apalagi sapi sekarang tidak boleh keluar oleh pemerintah,” tandasnya. (fer/r6)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#ternak #sapi limosin #sapi #cuan #BISNIS #ratusan juta