LombokPost-Banyak pelaku usaha kecil kecipratan berkah momen libur Lebaran tahun ini. Salah satunya, pedagang rujak buah. Bagaimana tidak, mereka bisa meraup keuntungan besar hingga jutaan Rupiah per hari selama momen libur tersebut. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan di hari-hari biasanya.
”Kalau hari biasa, seperti sebelum puasa bisa laku 30 bungkus sehari. Tapi sejak libur lebaran, bisa laku sebanyak 70-100 bungkus lebih sehari,” kata Abdurahman, salah satu pedagang rujak di kawasan Merembu Lombok Barat, Selasa (8/4).
Harga rujak buah yang dijual Ahmad hanya Rp 10 ribu per porsi. Untuk isian cukup beragam, mulai dari bengkoang, nanas, mangga, kedondong, melon, salak, timun, jambu air, hingga apel. Untuk bumbu rujak, dirinya menawarkan varian kacang super pedas, pedas sedang, dan tidak terlalu pedas. “Ada juga yang minta pakai bumbu terasi, ada juga yang beli bumbunya saja, harganya Rp 6.000 per wadah,” sambungnya.
Rujak buah yang ditawarkan Abdurrahman disajikan menggunakan plastik mika bening. Sedangkan untuk bumbu rujaknya dibungkus terpisah menggunakan wadah khusus dengan tutup. ”Biasanya kalau hari biasa, yang beli bisa pesan sampai dua bungkus. Tapi saat libur lebaran ini, satu orang bisa beli empat sampai enam porsi,” bebernya.
Pedagang rujak lainnya di Bypass Mataram Ahmad mengatakan, sejak libur lebaran dirinya menghasilkan omzet penjualan yang lebih tinggi. Sebelumnya, dia hanya menghasilkan Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per hari. Namun pada libur lebaran ini, menghasilkan antara Rp 600-800 ribu per hari. “Penjualan bisa lebih tinggi kalau tidak hujan,” ujarnya.
Kata dia, pembeli rujak buah di sepanjang Bypass Mataram didominasi warga Kota Mataram dan Lombok Barat yang akan bepergian menuju pantai untuk berlibur. ”Biasanya mereka beli rujak dalam jumlah besar, lalu nantinya dibawa saat plesiran ke pantai atau tempat rekreasi lainnya,” terang Ahmad. (fer/r6)
Editor : Prihadi Zoldic