Stabilitas kebutuhan pangan masyarakat dijamin aman hingga tahun depan.
Sebab itu, warga NTB diimbau tidak melakukan panic buying.
Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog NTB Mara Kamin Siregar menegaskan, stok beras yang tersimpan di gudang saat ini berada dalam kondisi surplus dan sangat aman.
Ketersediaan tersebut mampu menanggulangi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.
“Saat ini stok tersedia mencapai 167.645 ton, sangat mencukupi untuk menghadapi momentum Natal, Tahun Baru, hingga Lebaran sampai 15 bulan ke depan,” tegas Siregar.
Pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi seluruh rakyat NTB.
Bulog telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Strategi utamanya adalah percepatan penyaluran beras SPHP secara masif.
Realisasi penyaluran SPHP hingga kini telah mencapai 16.301 ton.
Penyaluran ini gencar dilakukan melalui jaringan pasar tradisional, ritel modern, distributor resmi, dan berbagai kanal penjualan yang bekerja sama dengan Bulog.
Selain itu, percepatan penyelesaian Bantuan Pangan (Banpang) juga menjadi fokus utama.
Bulog NTB juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, satgas pangan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi ini penting untuk memastikan pengawasan di lapangan berjalan optimal.
Khususnya dalam mencegah spekulasi harga dan penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.
Soal kualitas beras, Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Rizal P Sukmaadijaya menegaskan, seluruh stok yang disalurkan telah melalui proses quality control.
Bulog NTB juga membuka layanan penukaran jika di lapangan ditemukan beras dengan kualitas berbeda atau tidak sesuai standar.
“Jika masyarakat menemukan beras yang kualitasnya kurang baik, silakan laporkan. Kami siap melakukan penggantian dalam waktu satu kali 24 jam,” tegas Rizal.
Editor : Kimda Farida