Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Saham DADA Meledak di Bursa, Emiten yang Pernah Diisukan “Warung” Bangkit

Marthadi • Rabu, 7 Januari 2026 | 13:16 WIB

RENTAN TERDAMPAK: Investor melihat Indeks Harga Saham Gabungan melalui layar laptop di Jakarta, Minggu (15/6).BEI melaporkan data perdagangan saham pada pekan lalu (16/6-20/6) berakhir ditutup melemah
RENTAN TERDAMPAK: Investor melihat Indeks Harga Saham Gabungan melalui layar laptop di Jakarta, Minggu (15/6).BEI melaporkan data perdagangan saham pada pekan lalu (16/6-20/6) berakhir ditutup melemah
LombokPost - Dari harga gocap ke Auto Reject Atas (ARA). Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mendadak menggeliat dan menyedot perhatian pasar modal, setelah lama terpuruk dan sempat diterpa isu tak sedap soal kantor perusahaan.

Saham DADA tiba-tiba bangkit dari tidur panjangnya di level Rp 50 per lembar. Pada perdagangan Rabu (7/1/2026), saham emiten properti ini melonjak tajam hingga ARA.

Berdasarkan data RTI Business, saham DADA menguat 34 persen ke level Rp 67 per lembar pada sesi I perdagangan. Lonjakan ini terjadi setelah harga saham DADA stagnan di level gocap sejak Oktober 2025.

Tak hanya harga, volume transaksi DADA juga mencolok. Hingga pukul 11.14 WIB, saham ini ditransaksikan sebanyak 2,39 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 144,91 miliar.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), struktur kepemilikan saham DADA didominasi publik. Rinciannya, publik menguasai 69,93 persen, disusul PT Karya Permata Inovasi Indonesia sebesar 29,6 persen, serta Komisaris Tjandra Tjokrodiponto 0,47 persen.

Sebelumnya, emiten properti ini sempat menjadi sorotan setelah beredar kabar bahwa kantor Diamond Citra Propertindo berada di sebuah warung kelontong di Jalan Palakali, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Isu tersebut langsung dibantah manajemen perseroan. DADA menegaskan kantor perusahaan berlokasi di area komersial Dave Apartment lantai GF, proyek properti yang dikembangkan perseroan di alamat yang sama.

Manajemen juga memastikan lokasi kantor dilengkapi penanda dan plang nama resmi perusahaan. Perseroan menegaskan isu tersebut tidak mempengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham.

Kenaikan mendadak saham DADA ini pun memicu spekulasi pasar, sekaligus kembali menempatkan emiten papan pengembangan ini dalam radar investor.

Editor : Marthadi
#Emiten properti #saham DADA #saham gocap ARA #pasar modal indonesia #Diamond Citra Propertindo