Saham DADA tiba-tiba bangkit dari tidur panjangnya di level Rp 50 per lembar. Pada perdagangan Rabu (7/1/2026), saham emiten properti ini melonjak tajam hingga ARA.
Berdasarkan data RTI Business, saham DADA menguat 34 persen ke level Rp 67 per lembar pada sesi I perdagangan. Lonjakan ini terjadi setelah harga saham DADA stagnan di level gocap sejak Oktober 2025.
Tak hanya harga, volume transaksi DADA juga mencolok. Hingga pukul 11.14 WIB, saham ini ditransaksikan sebanyak 2,39 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 144,91 miliar.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), struktur kepemilikan saham DADA didominasi publik. Rinciannya, publik menguasai 69,93 persen, disusul PT Karya Permata Inovasi Indonesia sebesar 29,6 persen, serta Komisaris Tjandra Tjokrodiponto 0,47 persen.
Sebelumnya, emiten properti ini sempat menjadi sorotan setelah beredar kabar bahwa kantor Diamond Citra Propertindo berada di sebuah warung kelontong di Jalan Palakali, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
Isu tersebut langsung dibantah manajemen perseroan. DADA menegaskan kantor perusahaan berlokasi di area komersial Dave Apartment lantai GF, proyek properti yang dikembangkan perseroan di alamat yang sama.
Manajemen juga memastikan lokasi kantor dilengkapi penanda dan plang nama resmi perusahaan. Perseroan menegaskan isu tersebut tidak mempengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham.
Kenaikan mendadak saham DADA ini pun memicu spekulasi pasar, sekaligus kembali menempatkan emiten papan pengembangan ini dalam radar investor.
Editor : Marthadi