Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Emas Antam "Colling Down"! Turun Tipis Rp 17 Ribu, Kini Parkir di Level Rp 2,95 Juta

Nurul Hidayati • Kamis, 5 Februari 2026 | 12:27 WIB
Harga Emas Antam
Harga Emas Antam

LombokPost - Setelah sempat menunjukkan lonjakan yang cukup "bertenaga" kemarin, pergerakan harga emas batangan bersertifikat Antam pagi ini terpantau lebih kalem.

Berdasarkan data terbaru per Kamis, 5 Februari 2026 pukul 08:41 WIB, harga emas mengalami penurunan ringan sebesar Rp 17.000 per gram.

Koreksi ini membawa harga emas Antam ke posisi Rp 2.956.000 per gram, turun dari harga penutupan hari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 2.973.000.

Meskipun turun, pergerakan hari ini dianggap jauh lebih stabil dibandingkan volatilitas ekstrem yang terjadi sejak akhir Januari lalu, di mana harga bisa naik atau turun hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari.

Bagi para investor, penurunan tipis ini sering kali dipandang sebagai fase konsolidasi atau pengambilan nafas sejenak sebelum pasar menentukan arah selanjutnya.

Bagi yang sedang menjalankan strategi menabung rutin, harga di level Rp 2,95 juta ini masih berada dalam rentang yang cukup moderat jika dibandingkan dengan rekor tertinggi pekan lalu.

Ini bisa menjadi kesempatan bagi investor ritel untuk melakukan akumulasi tanpa harus menghadapi lonjakan harga yang terlalu drastis.

Namun, tetap diingat bahwa pasar emas saat ini sangat sensitif terhadap berita ekonomi global.

Pastikan terus memantau pembaruan harga secara berkala sebelum melakukan transaksi beli maupun jual (buyback) di butik emas terdekat.

Emas adalah safe haven. Kalau ada isu perang, inflasi tinggi, atau ketidakpastian ekonomi global, orang berebut beli emas sehingga harga meroket. Sebaliknya, jika situasi tenang, harga cenderung terkoreksi.

Emas dunia dipatok dengan Dollar. Kalau Rupiah melemah terhadap Dollar, harga emas di Indonesia otomatis jadi lebih mahal, meskipun harga emas dunia tetap.

Ketika harga emas naik tinggi (seperti saat menyentuh Rp 3,1 juta kemarin), banyak investor besar menjual emas mereka untuk mencairkan keuntungan. Karena banyak yang jual, harga pun anjlok.

Jika suku bunga bank naik, orang cenderung menyimpan uang di bank/obligasi, sehingga emas ditinggalkan dan harganya turun.

Fluktuasi harian itu biasa. Jika tujuan adalah 5–10 tahun ke depan, naik-turunnya harga di bulan ini tidak akan terlalu berpengaruh pada hasil akhir investasi.

Editor : Kimda Farida
#EMAS #harga #fluktuasi #antam #stabil