Optimisme ini tercermin dari performa hotel-hotel di Kota Mataram, salah satunya Lombok Astoria. Okupansi signifikan ini didorong oleh tingginya aktivitas pertemuan serta momentum libur panjang.
General Manager (GM) Lombok Astoria Fadjri D Roesman menjelaskan, performa okupansi hotel pada Februari ini jauh lebih impresif dibandingkan Januari lalu.
Meski mulai memasuki periode low season, Lombok Astoria justru mencatatkan angka hunian di atas 60 persen.
"Okupansi di Februari ini lumayan bagus. Jika melihat sign board kami, kegiatan meeting masih sangat padat. Dibandingkan Januari, Februari jauh lebih baik," ujar Fadjri.
Selain okupansi kamar, di momentum Ramadan 2026 ini Lombok Astoria juga menargetkan kunjungan restoran.
Fadjri menyebutkan, pihaknya mengincar angka 10.000 kunjungan untuk paket berbuka puasa bersama (bukber). Angka ini naik dari capaian tahun lalu yang berada di angk 6.000 tamu.
Menariknya, animo masyarakat untuk mengamankan tempat berbuka puasa sudah terasa sejak jauh hari.
"Target tahun ini sekitar sepuluh ribu lebih. Sejak tanggal 21 (Februari) kemarin sudah banyak yang melakukan booking," tandasnya.
Sementara itu, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatatkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di NTB pada Desember 2025 sebesar 41,98 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan 0,75 poin dibandingkan November 2025.
Secara tahunan (year-on-year), kenaikan TPK bahkan lebih signifikan. Yakni mencapai 3,56 poin jika disandingkan dengan Desember 2024 yang hanya menyentuh 38,42 persen.
Ketua Tim Statistik Harga BPS NTB Muhammad Ahyar menjelaskan, lonjakan ini dipengaruhi oleh momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), libur sekolah, serta meningkatnya aktivitas rapat dan pertemuan (MICE) baik dari instansi pemerintah maupun swasta.
Baca Juga: 5 Film Horor Indonesia Terbaru Ini Tayang di Bulan Februari 2026
Berdasarkan profil tamu, wisatawan domestik masih menjadi tulang punggung utama sektor perhotelan di NTB.
Dari total 123.355 tamu yang menginap di hotel bintang selama Desember 2025, sebanyak 72,17 persen atau 89.022 orang adalah tamu domestik. Sisanya, 34.333 orang (27,83 persen), merupakan tamu mancanegara.
Kondisi berbeda terlihat di segmen hotel non bintang. Secara bulanan mengalami sedikit koreksi atau turun 0,83 poin menjadi 26,33 persen. Namun secara tahunan hotel non bintang masih menunjukkan pertumbuhan.
“Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang berada di angka 1,80 hari. Angka ini naik 0,08 hari secara tahunan, menunjukkan bahwa NTB semakin kompetitif sebagai destinasi yang mampu menahan wisatawan untuk tinggal lebih lama,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida