Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengalaman Maya Oktariva Menjalani Diet Ekstrem hingga Menemukan Pola Hidup Sehat

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Maya Oktariva (Dewi/Lombok Post)
Maya Oktariva (Dewi/Lombok Post)

Advertisement

 

Obsesi menurunkan berat badan pernah membuat Maya Oktariva terjebak dalam siklus diet ketat. Berulang kali mencoba berbagai metode, ASN asal Kopang itu akhirnya menyadari bahwa tubuh bukan untuk dihukum. Kini, ia memilih pola hidup seimbang dan belajar berdamai dengan diri sendiri.

----

Advertisement

TIMBANGAN pernah menjadi benda yang paling dihindari sekaligus paling sering diperiksa Maya Oktariva. Setiap pagi, sebelum memulai aktivitas, perempuan 32 tahun itu selalu menyempatkan diri melihat angka di timbangan. Jika berat badannya tak turun, bahkan hanya 100 gram, suasana hatinya bisa rusak seharian.

Bagi Maya, angka di timbangan seolah menjadi penentu keberhasilan. Semakin turun, semakin bahagia. Sebaliknya, ketika angkanya stagnan, rasa kecewa dan bersalah langsung menghampiri.

Advertisement

Keinginan memiliki tubuh lebih ramping awalnya muncul bukan semata-mata karena alasan kesehatan. Ada rasa tidak percaya diri yang terus mengusik. Foto-foto diri yang kurang disukai, pakaian dinas yang mulai terasa sesak, hingga napas yang tersengal ketika menaiki tangga menjadi pemicunya.

"Motivasi awal saya diet bukan karena kesehatan, tapi karena insecure. Lihat foto, baju dinas mulai sesak, naik tangga saja ngos-ngosan," cerita Maya kepada Lombok Post, Jumat (30/10).

Dua tahun lalu, ibu satu anak yang bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Lombok Tengah itu mulai serius menjalani diet. Targetnya ambisius: menurunkan berat badan 10 kilogram hanya dalam dua bulan.

Berbagai cara dicoba. Mulai dari hanya mengonsumsi buah hingga tengah hari, menyantap dada ayam dan telur rebus selama sepekan, sampai menghilangkan nasi sepenuhnya dari menu harian selama sebulan.

Awalnya, semua berjalan sesuai harapan. Berat badan memang turun. Namun, mempertahankan pola makan yang begitu ketat ternyata jauh lebih sulit daripada memulainya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ketika Hasil Pilkades Berujung Kericuhan di Kantor Desa Tanak Awu, Pelayanan Tetap Berjalan

Ketika Hasil Pilkades Berujung Kericuhan di Kantor Desa Tanak Awu, Pelayanan Tetap Berjalan

Meski kondisi bangunan dan alat pelayanan rusak, pihak pemerintah desa memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan.

Kisah Sukses Sutami, Peternak Asal Jelantik Pemenang Kontes Sapi Lombok 2026

Kisah Sukses Sutami, Peternak Asal Jelantik Pemenang Kontes Sapi Lombok 2026

Menjadi juara 1 pada Kontes Sapi Lombok, Sutami sukses menjadi inspirasi peternak lokal berkat ketekunannya merawat sapi Simmental.

Geliat Kriya Buatan Tangan di Tengah Kemegahan Mandalika, Pinalo Tembus Pasar Hong Kong

Geliat Kriya Buatan Tangan di Tengah Kemegahan Mandalika, Pinalo Tembus Pasar Hong Kong

Geliat pariwisata Kuta Mandalika memicu lonjakan permintaan kerajinan kriya buatan tangan lokal hingga mendorong frekuensi pasar UMKM

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer