
NAMUN, sore itu berbeda. Gibran tak lagi datang menjemputnya.
Kakak yang selama ini selalu menemani dan melindunginya telah meninggal dunia. Setelah menjadi korban pembacokan kelompok pengendara motor di Jalan Udayana, Kota Mataram.
“Jihan yang menunggu kakaknya ini diceritakan pamannya,” ungkap Nyayu Ernawati dengan mata berkaca-kaca, Jumat (30/10).
Kisah Jihan menjadi salah satu kenangan paling membekas di hatinya. Anggota DPRD Kota Mataram dari daerah pemilihan Ampenan itu mengenal Gibran dan adik-adiknya melalui Rumah Aspirasi yang selama ini dibukanya.
“Lokasi yang memang saya sediakan sebagai tempat mengaji bagi anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu,” ungkapnya, sambil menghela nafas panjang.
Di tempat itulah Gibran tumbuh dalam ingatan Nyayu sebagai anak yang baik. Bukan hanya karena sikapnya, melainkan juga kedekatannya dengan Jihan yang hampir tidak pernah bisa dipisahkan.
“Dia itu (Jihan, Red) kalau mengaji tidak mau pisah sama kakaknya. Padahal anak perempuan dan laki-laki biasanya kami pisahkan tempat duduknya. Kalau yang perempuan di sebelah kiri, laki-laki di sebelah kanan. Tapi khusus Jihan, dia tidak mau. Maunya dipangku atau dekat sama kakaknya,” kenang Nyayu.
Rumah Aspirasi Nyayu memang menjadi tempat berkumpul puluhan anak dari berbagai lingkungan di Ampenan. Jumlahnya sekitar 50 anak.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





