Pemkab Lobar Gali Strategi Pengendalian Inflasi dan Penguatan PAD


Rombongan dipimpin langsung Wabup Lobar Nurul Adha.
Mereka diterima secara resmi Sekda Badung, Ida Bagus Surya Suamba, di Ruang Rapat Sekda Badung.
Nurul Adha menyatakan, meski sektor pertanian dan pariwisata antara kedua daerah serupa, Badung memiliki PAD yang mencapai sepuluh triliun rupiah per tahun.
Angka tersebut menjadi acuan penting bagi Lobar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Baca Juga: NTB dan Jawa Barat Perkuat Kerja Sama Pangan, Kendalikan Inflasi dan Buka Peluang Investasi
”Kondisi potensi sektor pertanian dan pariwisata antara Kabupaten Badung dan Lombok Barat tidak jauh berbeda, namun PAD Badung yang mencapai Rp 10 triliun per tahun mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Nurul Adha.
Selain fokus pada pengendalian harga bahan pokok, Pemkab Lobar juga membuka peluang kerja sama antar-daerah.
Kerja sama ini diharapkan mampu menyerap hasil sektor pertanian dan komoditas bumi lokal dari Lobar ke Badung.
”Inilah tujuan kami datang belajar ke Badung untuk bertukar informasi dan menjajaki kerja sama ke depan pada hasil sektor pertanian,” tambah Nurul Adha.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pemkab Badung memaparkan sejumlah langkah konkret pengendalian inflasi. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah pengembangan sistem manajemen pertanian bersama para petani setempat.
Kabupaten Badung diketahui mencatatkan sejumlah prestasi nasional sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah raihan peringkat pertama kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri. (nur/r8)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




