
TANJUNG-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menerima bantuan mesin pencacah plastik dari pusat. Mesin ini nantinya akan digunakan untuk menghancurkan sampah plastik dan mengolahnya menjadi tepung untuk campuran aspal.
"Mesin cacah segera kita terima, tinggal menunggu TPA-nya rampung," ungkap Kepala Dinas LH Perkim KLU H. Rusdi, kemarin (12/11).
Ia menyebut, pemerintah pusat mengadakan 813 unit mesin pencacah plastik. NTB bakal mendapatkan 16 unit mesin yang disalurkan ke sejumlah kabupaten/kota. Mesin cacah tersebut nantinya akan mencacah limbah plastik menjadi tepung sebagai bahan campuran aspal hotmix.
“Namun kapasitas mesinnya relatif kecil dengan olahan material sebesar 20 Kg,” ungkapnya.
Kebutuhan tepung plastik untuk campuran aspal hotmix diakuinya cukup besar. Untuk 1 kilometer jalan aspal dengan ketebalan 5 cm dan lebar 7 meter, dibutuhkan 3 ton sampah atau 3,5 kilogram plastik tiap 1 ton aspal.
"Sampah plastik ini diolah jadi tepung, nanti tepung ini akan dijual ke perusahaan pengolahan aspal," imbuhnya.
Rusdi menambahkan, pihaknya harus memastikan plastik tersedia dalam jumlah banyak. Pasalnya, pengalaman di beberapa daerah lain, ketersediaan plastik tidak mencukupi kebutuhan. Satu alat yang dioperasikan hanya mampu aktif 3 bulan, selanjutnya dianggurkan karena sampah plastik yang tidak mencukupi.
Dinas LH KLU, kata dia, tidak ingin pengalaman seperti itu terulang. Terlebih lagi, pemerintah Indonesia memprogramkan mengurangi limbah dengan program 3R (reduce, reuse, recycle) sampai 30 persen hingga 2025.
Sampah plastik menjadi permasalahan utama lingkungan karena sulit terurai dan nilai jualnya sangat rendah. Melalui 3R tersebut, sampah plastik diharapkan tidak lagi memberi masalah bagi lingkungan. (fer/r4)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


