Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polisi Gercep Gulung 12 Pemuda Terkait Aksi Pembacokan Gibran

Prihadi Zoldic
Penulis: Prihadi Zoldic❯
Para terduga pelaku pengeroyokan di Jalan Udayana dan Punia, Mataram digiring ke ruang pemeriksaan di Mapolresta Mataram, Selasa (27/10).
TANGKAP: Para terduga pelaku pengeroyokan di Jalan Udayana dan Punia, Mataram digiring ke ruang pemeriksaan di Mapolresta Mataram, Selasa (27/10).

Advertisement

 

LombokPost - Polresta Mataram bersama Polda NTB mengamankan 12 orang pemuda yang diduga terlibat dalam rangkaian aksi pembacokan di kawasan Jalan Udayana dan Punia, Kota Mataram. Tindakan kekerasan tersebut telah menelan korban jiwa, yakni Muhammad Gibran, 14 tahun, yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di RSUD Kota Mataram.

Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP, menyatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh terduga pelaku. "Hingga saat ini ada 12 orang kita amankan. Semua masih dalam proses pemeriksaan intensif," kata Dharma, Selasa (27/10).

Advertisement

Selain mengamankan belasan pemuda tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dari berbagai lokasi di wilayah Sesela, Gunungsari, dan Kecamatan Selaparang. Barang bukti yang diamankan meliputi empat buah celurit, satu parang, satu corbek, serta enam anak panah lengkap dengan ketapel besi.

Dharma menjelaskan, proses hukum terhadap 12 orang tersebut dipisahkan berdasarkan usia. Sebanyak tiga orang dewasa diperiksa oleh Unit Jatanras, sementara sisanya yang masih di bawah umur ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Advertisement

Berdasarkan keterangan sementara, komplotan tersebut diduga melakukan konvoi setelah mengonsumsi minuman keras pada Minggu (25/10) dini hari. Aksi kekerasan pertama tercatat terjadi di wilayah Punia sekitar pukul 00.00 Wita, menimpa korban berinisial DM yang menderita luka sayatan di bagian pinggang.

Empat jam berselang, insiden serupa kembali terjadi di Jalan Udayana, tepatnya di depan toko baju Boxi. Korban Muhammad Gibran dan dua rekannya yang berbonceng tiga dipepet oleh orang tidak dikenal hingga terjatuh, sebelum akhirnya korban menerima serangan fatal dari kelompok tersebut.

Menanggapi adanya korban jiwa, kepolisian menegaskan akan menerapkan pasal dengan ancaman hukuman berat bagi para pelaku yang terbukti bersalah. "Semua akan kita proses sesuai hukum berlaku. Kita tindak tegas," ujar Dharma menanggapi kemungkinan penerapan sanksi maksimal.

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tersinggung, Guru SD di Dompu Dibacok, Pelaku Ditangkap

Tersinggung, Guru SD di Dompu Dibacok, Pelaku Ditangkap

Seorang guru di SDN 15 Woja, Dompu, berinisial M, 44 tahun, menjadi korban penganiayaan. Dia dibacok pemuda berinisial MAJ, 29 tahun, Selasa

Komplotan Pembacok di Punia-Udayana Disikat, Polisi Masih Buru Pelaku Lain

Komplotan Pembacok di Punia-Udayana Disikat, Polisi Masih Buru Pelaku Lain

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mataram mengamankan 10 orang yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan di wilayah Punia dan Udayana, K

Suami di Bima Bacok Istri, Diduga Cemburu Lihat Chat Mesra dengan Pria Lain

Suami di Bima Bacok Istri, Diduga Cemburu Lihat Chat Mesra dengan Pria Lain

Seorang pria berinisial H, 37 tahun, diduga membacok istrinya, Emi Susilawati, 41 tahun, di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer