Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pancaroba Bukan Sekadar Perubahan Cuaca, Penyakit Ikut Merebak

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Seorang warga mengenakan masker saat bersepeda di tengah aktivitas luar ruang. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan dari paparan debu dan polusi udara. (DOK.LOMBOK POST)
Seorang warga mengenakan masker saat bersepeda di tengah aktivitas luar ruang. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan dari paparan debu dan polusi udara. (DOK.LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Perubahan cuaca selama masa pancaroba meningkatkan risiko sejumlah penyakit, mulai dari demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan pencernaan seperti diare dan tipus. 

“Perubahan suhu dan kelembapan yang drastis membuat tubuh harus beradaptasi,” jelas Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTB dr Rohadi.

Kondisi tersebut bisa memengaruhi daya tahan tubuh sehingga masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai penyakit. Genangan air pada awal musim hujan, misalnya, menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Advertisement

Sementara debu di akhir musim kemarau, dan perubahan suhu ekstrem dapat memicu gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, influenza, hingga bronkitis.

“Debu dan angin kencang juga berpotensi membawa kuman yang mencemari makanan dan minuman sehingga memicu diare maupun tipus,” terang pengajar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unram tersebut.

Advertisement

Kelompok yang paling rentan meliputi anak-anak, terutama balita, lansia, serta penderita penyakit penyerta seperti asma, alergi kronis, diabetes, dan penyakit jantung.

Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang, sedangkan fungsi organ dan sistem imun lansia mulai menurun. Pada penderita komorbid, perubahan cuaca dapat memicu kekambuhan penyakit. 

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam mendadak atau bertahap, bersin, hidung tersumbat, batuk, nyeri tenggorokan, hingga sesak napas.

“Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, lemas, dan buang air besar lebih cair juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

Sakit kepala, nyeri sendi, pegal otot, serta kelelahan tanpa aktivitas berat menjadi tanda lain yang perlu diwaspadai. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Musim Pancaroba Ancam Kesehatan Sapi Umbaran di Sembalun, Peternak Diminta Waspada Penyakit

Musim Pancaroba Ancam Kesehatan Sapi Umbaran di Sembalun, Peternak Diminta Waspada Penyakit

Peternak sapi umbaran di Sembalun, Lombok Timur (Lotim), diminta mewaspadai ancaman penyakit selama musim pancaroba.

Penyakit Jantung Intai Usia Muda

Penyakit Jantung Intai Usia Muda

Penyakit jantung yang sebelumnya identik dengan kelompok usia lanjut kini juga banyak ditemukan pada usia yang jauh lebih muda.

Dinkes Mataram Perkuat Pelacakan Penyakit Menular, Libatkan Rumah Sakit dan Klinik Swasta

Dinkes Mataram Perkuat Pelacakan Penyakit Menular, Libatkan Rumah Sakit dan Klinik Swasta

Dinkes Mataram memperkuat pelacakan HIV/AIDS dan PIMS dengan melibatkan rumah sakit, klinik swasta, serta komunitas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer