Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishub Mataram Tunda Kenaikan Tarif Parkir, Takut 'Kebocoran Double'!

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 

jkr di kawasan perbelanjaan Cakra
jkr di kawasan perbelanjaan Cakra

LombokPost – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram menghadapi tantangan besar dalam mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir yang diproyeksikan mencapai angka ambisius Rp 18,5 miliar untuk tahun depan.


Advertisement

Meskipun kenaikan tarif baru diasumsikan bisa melipatgandakan pendapatan, Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, memutuskan untuk menunda penerapannya.

Keputusan ini didasarkan pada kekhawatiran utama: kenaikan tarif justru akan melipatgandakan kebocoran jika masalah kepatuhan juru parkir (Jukir) belum teratasi.

"Jangan sampai tarif baru kita terapkan kebocorannya jadi double. Karena itulah makanya sekarang kita tekan dulu jukir kita supaya patuh. Sehingga nanti kalau begitu penaikan tarif, otomatis kebocoran juga tidak ada," tegas Zulkarwin.

Advertisement

Zulkarwin menjelaskan bahwa potensi maksimal riil dengan tarif saat ini (Rp 1.000-Rp 2.000) hanya berada di kisaran Rp 13,250 miliar. Namun, realisasi tahun ini diperkirakan hanya menyentuh Rp 10 miliar karena beberapa faktor:

  • Jukir Tidak Patuh Setor: Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) terbesar Dishub. Banyak Jukir yang masuk kategori 'merah' dan 'kuning' karena setoran minimal.

  • Faktor Cuaca: Cuaca ekstrem seperti hujan sangat memengaruhi aktivitas parkir dan pendapatan harian.

  • Kendala Lapangan: Toko yang tutup, Jukir yang sakit, dan kendala lain juga dicatat sebagai faktor penyebab minimnya setoran.

Baca Juga: Kerja Senyap! Begini Cara Dishub Mataram Jaga Jalanan Tetap Lancar

Untuk mengejar target Rp 18,5 miliar dan menekan kebocoran, Dishub Mataram telah melakukan beberapa langkah strategis, berfokus pada penertiban dan peningkatan potensi:

  1. Penekanan Kepatuhan Jukir: Dishub meningkatkan pengawasan dan menagih setoran Jukir hingga malam hari melalui Korlap yang lebih proaktif.

  2. Penambahan Titik Parkir: Upaya penertiban telah berhasil menambah 48 titik parkir baru bulan ini, meningkatkan potensi PAD dari Rp 12,8 miliar menjadi Rp 13,3 miliar.

  3. Penggarapan Potensi Baru: Dishub tengah menjajaki penerapan portal parkir di destinasi wisata dan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan terkait retribusi parkir di dalam pasar.

Meskipun target Rp 18,5 miliar tetap tinggi, Dishub memilih untuk fokus pada perbaikan sistem dan penegakan kepatuhan Jukir terlebih dahulu, sebelum mengambil risiko menaikkan tarif. Kenaikan tarif baru akan menunggu evaluasi dari BKD dan pihak terkait.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dishub Ancam Putus Kerja Jukir Nakal, Siapkan Uji Coba Pembayaran Digital

Dishub Ancam Putus Kerja Jukir Nakal, Siapkan Uji Coba Pembayaran Digital

Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar bergerak cepat menata sistem perparkiran di seluruh wilayah Lobar. Langkah pengawasan ekstra ketat.

Parkir di Panji Tilar Mataram Meluber ke Jalan, Penjual Diminta Siapkan Lahan

Parkir di Panji Tilar Mataram Meluber ke Jalan, Penjual Diminta Siapkan Lahan

Juru parkir (jukir) dan pemilik usaha di kawasan tersebut ditegur keras agar tidak lagi memanfaatkan bahu jalan sebagai kantong parkir.

Dishub Mataram Siap Kaji Ulang Potensi Parkir 

Dishub Mataram Siap Kaji Ulang Potensi Parkir 

Dishub memastikan akan melakukan pengkajian ulang secara menyeluruh terhadap potensi riil perparkiran di Kota Mataram dengan melibatkan akad

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer