Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Lebat, Debit Sungai Jangkuk Masuk Level Siaga

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 


Advertisement

 

Debit sungai jangkuk yang naik
Debit sungai jangkuk yang naik

LombokPost - Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu mulai berdampak signifikan terhadap peningkatan debit air sungai di Kota Mataram. Dari pantauan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Sungai Jangkok menunjukkan kenaikan volume air yang paling menonjol dibandingkan aliran sungai lainnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengungkapkan, status Sungai Jangkok sempat menyentuh level siaga pada Selasa pagi. Berdasarkan pemantauan tim teknis di lapangan, ketinggian air merangkak naik drastis sejak dini hari. 

Advertisement

“Ini sudah siaga. Debit air di Sungai Jangkok yang paling signifikan kenaikannya. Tadi sekitar pukul 08.00 Wita masih di angka 140 cm, padahal rata-rata normalnya itu hanya 50 cm,” kata Lale. 

Kenaikan ini terpantau bertahap seiring hujan angin yang melanda sejak pukul 02.30 Wita. Dari muka air awal setinggi 56 cm, naik menjadi 120 cm pada pukul 06.30 Wita, hingga memuncak di angka 140 cm. Meski begitu, Lale menyebutkan sekitar pukul 09.30 Wita mulai terjadi penurunan sekitar 20 cm.

Advertisement

 “Status 140 cm itu sudah masuk kategori siaga. Batas meluapnya itu jika menyentuh angka 200 cm atau 2 meter. Kita terus berdoa dan waspada, semoga curah hujan di hulu segera mereda,” imbuhnya. 

Guna mengantisipasi luapan air yang masuk ke permukiman warga di bantaran sungai, Dinas PUPR Kota Mataram terus menjalin komunikasi intensif dengan Dinas PU Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Hal ini dilakukan untuk mengatur pembagian aliran air di pintu-pintu air agar tidak terkonsentrasi di satu aliran saja.

“Saya telepon terus Kadis PU Lombok Barat untuk koordinasi hulu. Kita minta pembagian aliran air diantisipasi bersama agar beban sungai di Mataram tidak berlebih,” tegasnya.

Sejauh ini, Lale memastikan aliran air di Sungai Jangkok masih tergolong lancar tanpa hambatan berarti seperti pohon tumbang atau sampah besar yang menyumbat jembatan. Namun, ia tak menampik, kenaikan debit air ini juga berdampak pada peningkatan tinggi muka air di area pesisir pantai.

Selain debit sungai, tantangan lain yang dihadapi adalah tumpukan sampah di saluran drainase pemukiman yang mencapai 2 hingga 3 ton per hari. Lale mengakui proses pengangkutan sampah saat ini sedikit tersendat akibat kendala teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPAR) Kebon Kongok.

“Kondisi di Kebon Kongok sedang tidak baik-baik saja karena akses jalan yang licin akibat hujan. Sopir dump truck harus mengantre lama untuk menuang muatan. Jadi kalau ada sampah yang terlihat berserakan di pinggir drainase, itu semata-mata karena proses ritase kami yang tersendat di TPA, bukan karena tidak dikerjakan,” jelasnya.

Untuk langkah jangka pendek, pihaknya belum bisa melakukan normalisasi sungai menggunakan alat berat karena kondisi debit air yang masih tinggi dan berbahaya. Fokus utama saat ini adalah menyiagakan personel di sepanjang bantaran kali untuk memantau potensi pohon tumbang dan sampah kiriman yang dapat menyumbat aliran.

 

 

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BBWS Petakan Delapan Titik Prioritas Pengendalian Banjir di Kota Bima

BBWS Petakan Delapan Titik Prioritas Pengendalian Banjir di Kota Bima

BBWS NT I memetakan delapan titik prioritas pengendalian banjir di DAS Rontu, Kota Bima, melalui pembangunan tanggul dan kolam retensi.

Lawan Banjir Langganan, Warga Sekotong Barat Bergerak

Lawan Banjir Langganan, Warga Sekotong Barat Bergerak

Warga di wilayah perbatasan Dusun Aiq Semin dan Dusun Pandanan, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, gelar aksi gotong royong.

Abdul Hadi Cek Saluran di Lobar Hingga Lotim, Dorong Normalisasi Cegah Banjir Berulang

Abdul Hadi Cek Saluran di Lobar Hingga Lotim, Dorong Normalisasi Cegah Banjir Berulang

Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi terus mendorong penanganan banjir dan genangan air di sejumlah wilayah di NTB. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer