Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinsos Mataram Tertibkan Manusia Silver, Mayoritas Pendatang!

Lalu Mohammad Zaenudin

Tim dari Dinsos Kota Mataram saat menertibkan manusia silver di simpang Paneraga, Kota Mataram.
Tim dari Dinsos Kota Mataram saat menertibkan manusia silver di simpang Paneraga, Kota Mataram.

LombokPost — Pemerintah Kota Mataram kembali menertibkan aktivitas manusia silver yang beroperasi di sejumlah persimpangan jalan. Dalam operasi terbaru, petugas menjaring seorang pria bernama Krisnadi Putra (38), warga asal Solo, di simpang Panaraga, sebelah selatan kota, pada Minggu (1/2) sore.


Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Lalu Samsul Adnan, mengatakan penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan. “Yang bersangkutan langsung kami data dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi aktivitas sebagai manusia silver lagi,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Menurut Samsul, pendataan menjadi langkah awal sebelum menentukan bentuk penanganan lanjutan. Apalah berupa pembinaan berkelanjutan, rujukan ke layanan sosial, atau koordinasi dengan instansi terkait di daerah asal.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial, Dinas Sosial Kota Mataram Farid Wajdi. Ia mengungkapkan, mayoritas manusia silver yang terjaring penertiban merupakan pendatang dari luar daerah.

Advertisement

“Kebanyakan mereka datang dari luar daerah. Pernah ada sekitar dua sampai tiga orang yang kami kembalikan ke daerah asal. Untuk pemulangan lintas provinsi, biasanya ditangani Dinas Sosial tingkat provinsi,” jelasnya.

Farid menambahkan, keberadaan manusia silver di persimpangan jalan berpotensi mengganggu kenyamanan lalu lintas. Meskipun hingga kini belum ada laporan resmi terkait tindakan pemaksaan atau ancaman terhadap pengguna jalan.

“Namun dalam kondisi tertentu, aktivitas ini membahayakan keselamatan mereka sendiri dan pengendara. Selain itu, ada kekhawatiran potensi eksploitasi, termasuk terhadap anak,” katanya.

Advertisement

Atas dasar itu, penertiban dinilai perlu dilakukan untuk memastikan jalanan di ibu kota provinsi tetap tertib, aman, dan nyaman. “Kami merasa bertanggung jawab menjaga keselamatan bersama, khususnya di titik-titik rawan lalu lintas,” imbuhnya.

Farid menyebut adanya laporan dari masyarakat sebagian manusia silver diduga menenggak minuman keras sebelum beraksi. Meski demikian, laporan tersebut masih bersifat terbatas dan belum dapat dijadikan simpulan.

“Karena itu tetap dilakukan penertiban oleh dinas terkait,” tegasnya.

Dinas Sosial menegaskan, pihaknya tidak menutup diri terhadap para pendatang yang ingin mencari penghidupan di Mataram. Namun, yang ditekankan adalah mereka datang dengan kemampuan dan keterampilan memadai.

Bukan dengan cara meminta-minta atau menjual simpati di jalan. “Kami mendorong agar mereka mencari hidup yang lebih baik dengan skill, bukan melalui aksi-aksi yang mengeksploitasi rasa iba,” kata Farid.

Ia menambahkan, aktivitas manusia silver, badut jalanan, maupun bentuk meminta-minta lainnya di ruang publik, khususnya di kawasan yang membutuhkan kelancaran arus lalu lintas, masuk dalam kategori mengganggu keamanan dan ketertiban.

Karena itu, pemerintah kota akan terus melakukan penindakan dan pembinaan secara berkelanjutan. Dibarengi dengan koordinasi lintas daerah untuk menekan fenomena serupa.

Masyarakat juga diimbau tidak memberikan uang di jalan, karena hal tersebut justru memperpanjang praktik manusia silver. “Jika ingin membantu, salurkan melalui lembaga resmi atau program sosial yang tersedia,” pungkasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kerap Sita Kostum Tapi Pelaku Balik Lagi, Kepala Dinsos Mataram Ungkap Alasan Anggaran

Kerap Sita Kostum Tapi Pelaku Balik Lagi, Kepala Dinsos Mataram Ungkap Alasan Anggaran

Badut Jalanan & Manusia Silver Marak Lagi di Sweta-Panaraga, Dinsos Mataram Bentuk Satgas Khusus dan Warning Tindakan Tegas.

500 Lebih Berkas Santunan Kematian di Mataram Masih Beku

500 Lebih Berkas Santunan Kematian di Mataram Masih Beku

Pencairan dana santunan kematian bagi warga Kota Mataram hingga saat ini masih mengalami jalan buntu.

Kemanusiaan Jadi Nomor Satu, Begini Cara Dinsos Mataram "Gercep" Selamatkan PPKS Telantar

Kemanusiaan Jadi Nomor Satu, Begini Cara Dinsos Mataram "Gercep" Selamatkan PPKS Telantar

Dinsos Mataram kedepankan nilai kemanusiaan! Penanganan PPKS kini fokus pada respons cepat lintas sektor tanpa hambatan administrasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer