Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Jalanan Gelandang dan Pengemis Menjamur di Bulan Puasa

S
Penulis: Sanchia Vaneka❯

 


Advertisement

Seorang anak jalanan gelandang pengemis di jalanan Kota Mataram.
Seorang anak jalanan gelandang pengemis di jalanan Kota Mataram.
 

LombokPost - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram bergerak cepat memastikan kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sebagai langkah antisipasi menjamurnya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), Dinsos telah memetakan sepuluh lokasi strategis yang diidentifikasi sebagai titik kumpul potensial anak jalanan (anjal), gelandangan, dan pengemis (gepeng).

Advertisement

“Memang ini biasanya musimnya, pasti ada aja bertambah,” kata Pekerja Sosial Ahli Muda Bidang Rehabilitasi Dinsos Kota Mataram Lalu Muhammad Aulia Husnurrido. 

Langkah proaktif ini membuahkan hasil di pekan pertama Ramadan. Tercatat, sebanyak 10 orang anjal dan gepeng berhasil diamankan petugas dari berbagai sudut kota.

Advertisement

Mereka tidak langsung dipulangkan, melainkan didata dan diberikan pembinaan awal guna memutus rantai aktivitas mereka di jalanan. 

Rido memaparkan pemetaan ini menyasar pusat-pusat ekonomi dan keramaian. Lokasi yang menjadi atensi khusus antara lain Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC), Mataram Mall, My Style, Ruby, Apollo, hingga Simpang Empat Tanak Aji.

“Titik-titik ini merupakan pusat aktivitas warga, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Keramaian inilah yang memicu mereka untuk mangkal,” kata Ridho. 

Selain area belanja, jalur protokol dan kawasan terbuka juga tak luput dari pengawasan. Petugas memantau ketat depan Kantor PUPR NTB, Jalan Panjitilar, hingga kawasan eks Bandara Selaparang.

Fenomena di lapangan pun kian beragam; tidak hanya pengemis konvensional, namun juga menjamurnya manusia silver, badut jalanan, hingga kelompok anak punk. 

Menariknya, Dinsos mencatat adanya pola asal daerah dari para PMKS ini. Rido membeberkan bahwa para penjaja risoles di persimpangan jalan umumnya merupakan warga lokal dari wilayah Pejeruk, Kota Mataram.

Namun, untuk jenis aktivitas lain, mayoritas berasal dari luar kota.

“Badut jalanan itu kebanyakan dari Labuapi dan Lingsar Lombok Barat. Sementara manusia silver dan anak punk banyak yang datang dari luar NTB. Ada juga anak-anak yang berjualan nanas dan pisang, itu sebagian besar kiriman dari Kuripan,” jelasnya.

Guna menekan angka PMKS, Dinsos menyiagakan sedikitnya 42 personel yang diterjunkan dalam patroli rutin.

Fokus pengawasan ditingkatkan pada sore hingga malam hari, saat intensitas lalu lintas dan mobilitas masyarakat mencapai puncaknya.

Kendati demikian, Dinsos mengedepankan sisi humanis. Setiap individu yang terjaring tidak serta-merta dijatuhi sanksi berat.

Petugas lebih menekankan pada pendataan dan pembinaan persuasif. Jika ditemukan pelanggar di bawah umur, Dinsos akan segera berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi perlindungan anak untuk penanganan jangka panjang.

“Kami ingin memastikan ruang publik di Mataram tetap nyaman bagi pengguna jalan dan warga yang beribadah. Penertiban ini akan terus berlanjut secara konsisten selama Ramadan,” tegasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinsos Kota Mataram Lalu Samsul Adnan mengungkapkan, titik-titik berkumpulnya PMKS pasti akan bertambah, terutama di lokasi-lokasi penjualan takjil. 

 “Saya kira tetap sama titiknya, akan ada tambahan mungkin di spot-spot tempat beli takjil," katanya.

Menurutnya, aktivitas anjal dan gepeng musiman sudah mulai terlihat setiap hari, terutama pada sore hari, di pinggir jalan. Mereka mengharapkan pemberian atau sedekah dari para pengguna jalan. 

“Untuk itulah intensitas patroli satgas sosial akan kita tingkatkan,” tandasnya.  

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Suara Adzan dari Ponsel Penumpang Picu Pendaratan Darurat Pesawat di AS, Ini Kronologinya

Suara Adzan dari Ponsel Penumpang Picu Pendaratan Darurat Pesawat di AS, Ini Kronologinya

Pesawat Southwest Airlines mendarat darurat setelah suara adzan dari ponsel penumpang memicu kesalahpahaman. FBI memastikan tak ada ancaman

Dinsos Mataram Wacanakan Penataan Gepeng dan Pengamen

Dinsos Mataram Wacanakan Penataan Gepeng dan Pengamen

Dinsos) tengah mematangkan wacana penataan komprehensif terhadap para pengamen dan Gelandang Pengemis (Gepeng) yang kerap beroperasi

Dinsos Mataram Wujudkan Lingkungan Ramah Lansia, Bimbingan Sosial Digelar di Dasan Agung

Dinsos Mataram Wujudkan Lingkungan Ramah Lansia, Bimbingan Sosial Digelar di Dasan Agung

Dinsos Mataram memperkuat pendampingan lansia di Dasan Agung melalui bimbingan sosial dan kolaborasi lintas perangkat daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer