Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Antisipasi Pungli Tiket saat Libur Nataru, Pengusaha Transportasi Dukung Langkah Tim Saber Pungli

nur cahaya • Rabu, 27 November 2024 | 19:46 WIB

 

JANGAN ADA PUNGLI: Sejumlah bus terparkir di Terminal Mandalika, Senin (25/11). HARLI/LOMBOK POST
JANGAN ADA PUNGLI: Sejumlah bus terparkir di Terminal Mandalika, Senin (25/11). HARLI/LOMBOK POST
  

LombokPost-Saat libur perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) bakal dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung. Berdampak pada lonjakan penumpang bus.

”Saat lonjakan itu, tentu berpeluang terjadinya pungli (pungutan liar) pada penjualan tiket. Itu yang kita antisipasi,” kata Wakil Ketua Tim Saber Pungli Kota Mataram Hj Baiq Nelly Kusumawati.

Munculnya, pungli berawal dari permainan harga tiket.

Para calo tiket yang berada di terminal.

”Orang diminta untuk mengeluarkan harga lebih agar bisa naik bus,” ujarnya.

Misalnya, harga tiket Bus dari Mataram-Bima Rp 285 ribu untuk kelas ekonomi.

Tetapi, saat libur tiba bisa dinaikkan secara tidak wajar.

”Kalau masih wajar dinaikkan masih bisa diberikan toleransi,” ujarnya.

Biasanya yang menjadi korban adalah penumpang yang belum memesan tiket, tetapi terdesak untuk pulang.

Saat akan membeli tiket ke calo, harga akan dinaikkan dua kali lipat.

”Kalau dinaikkan dua kali lipat itu sudah masuk dalam kategori pungli,” bebernya.

Saat libur Nataru nanti tentu Pemprov NTB akan menentukan harga tiket.

Langkah itu, untuk standar harga.

”Nanti ada regulasi pasti dari Pemprov NTB terkait dengan harga. Kalau pengusaha transportasi bus menaikkan harganya itu tidak boleh. Sudah ada standar harga,” bebernya.

Jika ada yang ditemukan menaikkan harga tiket tidak sewajarnya, akan diberikan teguran.

Belum sampai pada proses pidana.

“Kami minta untuk mengembalikan sisa pembayaran penumpang,” ujarnya.

Sebelum libur Nataru, perempuan yang juga menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Kota Mataram itu bakal berkoordinasi dengan pengusaha transportasi bus di Kota Mataram. Termasuk juga agen tiket di Terminal Mandalika.

”Mengingatkan untuk tidak menaikkan harga tidak sewajarnya. Langkah itu sebagai bentuk tindakan preventif,” ungkapnya.

Pemantauan terhadap indikasi permainan harga tiket juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan NTB dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Sebab, mereka memiliki kewenangan mengelola terminal Mandalika.

“Kita akan turun ke lapangan juga melakukan pemantauan sebelum Nataru. Hasilnya nanti akan dilaporkan saat rapat koordinasi nanti,” tutupnya.

Direktur Surya Kencana Ervina mendukung upaya tim Saber Pungli untuk menindak calo tiket yang melakukan pungli.

Khusus di Surya Kencana penjualan tiket akan dilakukan secara transparan.

”Misalnya, saat penumpang akan naik bus, akan ditanyakan ke penumpang, beli tiketnya dimana. Apakah sudah cocok dengan harga,” kata Ervina.

Jika tidak cocok dengan harga yang ditentukan, penumpang tersebut diminta untuk menunjukkan dimana tempat mereka membeli tiket.

”Kalau ditemukan, kami meminta kepada calo itu untuk mengembalikan sisa pembayaran calo tiket. Kalau tidak mereka bisa ditindak,” kata Ervina.

Selain itu, Surya Kencana juga akan mencabut penjualan tiket dari agen.

Langkah itu untuk mengantisipasi adanya permainan harga.

”Jadi, kalau mau membeli tiket langsung ke kantor kami bisa. Atau menghubungi kami melalui telepon kami,” ungkapnya. (arl/r3) 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Natal #transportasi #Nataru #Mataram #tahun baru #NTB #Pungli