Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Resmi Diluncurkan! Politeknik Dukcapil Bikin Urus Dokumen Makin Cepat Tanpa Ribet

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 11 Agustus 2025 | 22:56 WIB
Wakil Wali Kota TGH Mujiburrahman, Sekda Lalu Alwan Basri, Asisten 2 Miftahurrahman, Kadis Dukcapil Mansur, dan warga, berfoto bersama, Senin (11/8)
Wakil Wali Kota TGH Mujiburrahman, Sekda Lalu Alwan Basri, Asisten 2 Miftahurrahman, Kadis Dukcapil Mansur, dan warga, berfoto bersama, Senin (11/8)


 

LombokPost – Senin pagi, halaman Kantor Wali Kota tampak lebih ramai dari biasanya. Di tengah pelataran, spanduk raksasa membentang, memuat tulisan tegas: Launching Inovasi Daerah – Politeknik Dukcapil.

Hal ini menjadi penanda, hadirnya inovasi baru pelayanan publik di kota ini. “Ini adalah inovasi untuk pelayanan online terintegrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari kelurahan langsung ke Dukcapil,” kata Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman, Senin (11/8).

TGH Mujib, mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian dan peluncuran politeknik ini. Ia menegaskan, inovasi ini sebagai komitmen Pemerintah Kota Mataram menghadirkan pelayanan publik yang inklusif, mudah dijangkau, dan berkualitas.

“Politeknik Dukcapil ini kami hadirkan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat,” terangnya. 

Keberadaan inovasi ini akan memudahkan siapa saja mengurus dokumen kependudukan. “Tanpa menempuh jarak jauh,” tekannya. 

TGH Mujib menjelaskan, titik layanan baru ini memberi warga lebih banyak pilihan lokasi strategis. Dampaknya, waktu tunggu dan biaya transportasi akan berkurang signifikan.

Warga dapat mengurus dokumen seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Kematian, Surat Pindah, hingga Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan proses yang lebih cepat dan efisien. “Suasana layanan dibuat ramah dan tanpa birokrasi berbelit, agar masyarakat merasa nyaman,” tambahnya.

Keunggulan lain Politeknik Dukcapil yakni integrasi layanan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dukcapil kini terhubung langsung dengan Dinas Sosial untuk program santunan kematian dan Dinas Kesehatan untuk sinkronisasi data Jaminan Kesehatan Masyarakat.

Dengan sistem ini, pengurusan dokumen tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

“Melainkan dilakukan secara terpadu, mengurangi potensi kesalahan data dan mempercepat alur layanan,” ucapnya.

TGH Mujib berharap Politeknik Dukcapil menjadi pusat layanan yang berdampak luas, tidak hanya di bidang administrasi kependudukan tetapi juga pendidikan vokasi. Ia mengajak semua pihak menjaga semangat kolaborasi dan memastikan keberlanjutan program ini.

“Ke depan kita akan terus memperluas inovasi serupa demi mewujudkan Kota Mataram sebagai kota layanan publik yang humanis dan berbasis digital,” tutupnya.

Peluncuran ini juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-32 Kota Mataram, sejalan dengan slogan “Kota Mataram Semakin Harum”. Dengan konsep layanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan terintegrasi, Pemerintah Kota Mataram menegaskan arah baru: pelayanan publik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi mempermudah kehidupan warga.

Sementara itu, integrasi layanan antar-organisasi perangkat memberikan kemudahan nyata bagi warga yang tengah berduka. Salah satunya program santunan kematian dari Wali Kota.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Dr Mansur, menjelaskan, meski anggaran program ini berada di Dinas Sosial, prosesnya justru dimulai dari Dukcapil. “Keluarga yang kehilangan anggota keluarganya cukup mengurus akta kematian di Dukcapil,” katanya.

Begitu akta terbit, data langsung terhubung dengan Dinas Sosial untuk memproses pencairan santunan. “Jadi warga tidak perlu bolak-balik bawa berkas ke banyak tempat,” ujarnya.

Dengan sistem ini, kata Mansur, warga dapat memangkas waktu pengurusan sekaligus menghindari prosedur yang bertele-tele. Ia menegaskan mekanisme ini juga memastikan bantuan tepat sasaran karena seluruh data diverifikasi secara resmi melalui dokumen kependudukan.

“Integrasi ini bukan hanya soal kecepatan layanan, tapi juga soal akurasi dan ketepatan penerima manfaat,” tambahnya. (zad/r9)

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#politeknik dukcapil #Dukcapil Mataram #santunan kematian #layanan dokumen cepat #inovasi pelayanan publik