LombokPost – Ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan di pesisir Pantai Ampenan segera mendapat penanganan permanen. Pemerintah Kota Mataram mengonfirmasi bahwa proyek pemasangan riprap atau batu bolder akan direalisasikan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, menegaskan bahwa kepastian proyek tersebut telah didapatkan setelah melalui serangkaian proses koordinasi dan pengajuan prosedur ke tingkat pusat.
Mohan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mataram telah bergerak cepat agar isu abrasi di Ampenan masuk dalam skala prioritas nasional. Hal ini dibuktikan dengan kelengkapan dokumen pendukung yang sudah diserahkan kepada kementerian terkait.
"Kita sudah usulkan proposal dari jauh hari, berkas Detail Engineering Design (DED) juga sudah lengkap kami serahkan," ujar Mohan, Kamis (22/1/2026).
Meskipun pengerjaan fisik direncanakan masuk dalam kalender anggaran 2027, Wali Kota meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar selama proses administrasi di tingkat kementerian berlangsung.
Langkah Darurat: Pemasangan Geobag
Menanggapi kondisi mendesak di mana sejumlah rumah warga mulai terdampak hantaman gelombang, Pemkot Mataram tidak tinggal diam. Sambil menunggu proyek permanen berjalan, langkah mitigasi jangka pendek segera dilakukan.
Beberapa langkah darurat yang diambil meliputi:
* Koordinasi Intensif: Bersinergi dengan BWS untuk penanganan cepat di titik-titik rawan.
* Pemasangan Geobag: Menggunakan kantong pasir raksasa sebagai tanggul darurat untuk memecah gelombang.
* Target Waktu: Pemasangan geobag diupayakan mulai dilakukan hari ini atau paling lambat besok pagi.
"Hari ini atau paling lambat besok pagi kita upayakan pemasangan geobag sudah mulai dilakukan untuk menahan laju ombak sementara waktu," tegas Mohan.
Rencana pemasangan riprap ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang efektif. Riprap dikenal memiliki daya tahan tinggi dalam meredam energi gelombang, sehingga dapat mencegah pengikisan bibir pantai lebih lanjut di masa depan.
Kewenangan proyek ini memang berada di bawah kementerian pusat melalui BWS, namun Pemkot Mataram berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapannya demi keselamatan warga pesisir Ampenan.
Editor : Akbar Sirinawa