LombokPost – Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik dan memutasi sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Mataram, Kamis, 5 Maret 2026.
Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Wali Kota Mataram tersebut berdasarkan Lampiran Nomor: 800.1.3.3/410/BKPSDM/III/2026 dan resmi berlaku sejak tanggal 5 Maret 2026.
Dalam arahannya, Mohan menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan adalah amanah. Saya minta yang dilantik hari ini langsung bekerja, cepat beradaptasi, dan menunjukkan kinerja nyata,” tegasnya.
Tak hanya soal kinerja, Mohan secara khusus menekankan pentingnya integritas bagi setiap pejabat yang dipercaya mengemban jabatan strategis.
“Integritas adalah fondasi utama. Tanpa integritas, sehebat apa pun program tidak akan berarti. Jaga kepercayaan publik, bekerja secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Daftar Pejabat yang dilantik:
- M. Israk Tantawi Jauhari, S.IP – dari Sekretaris Satpol PP Kota Mataram menjadi Kepala Kesbangpol Kota Mataram
- Ida Wayan Putra Ekantara, SSTP, MH – dari Sekretaris Inspektorat Kota Mataram menjadi Kepala Disnakertrans Kota Mataram
- H. Zuhhad, S.Kep.Ners, M.Kes – dari Kabag Keuangan Sekretariat DPRD menjadi Kepala Dinas DP2KB Kota Mataram
- H. Bachtiar Yulianto, ST, MT – dari Sekretaris Dinas PUPR menjadi Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram
- Muzakkir Walad, SSTP – dari Camat Ampenan menjadi Kepala Dinas Sosial Kota Mataram
- drg. Ahmad Zulfikar, MM – dari Sekretaris DP2KB menjadi Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram
- Budi Wartono, SSTP – dari Camat Mataram
menjadi Kepala BPBD Kota Mataram
- Lalu Bramantio Ganeru, ST, MT – dari Kepala Sapras Bappeda naik menjadi Kepala Bappeda Kota Mataram
- H. Novian Rosmana, S.Sos. – dari Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP menjadi Kepala Dinas DPMPTSP Kota Mataram.
Menurut Mohan, tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks dan membutuhkan pejabat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter kuat.
“Soliditas, loyalitas, dan integritas harus menjadi pegangan. Saya tidak ingin ada pejabat yang bekerja setengah hati,” tandasnya.
Editor : Marthadi