Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PUPR Kota Mataram Copot Kursi Trotoar Depan Kantor Gubernur NTB

Sanchia Vaneka • Jumat, 27 Maret 2026 | 17:14 WIB

 

 

Trotoar depan Kantor Gubernur NTB
Trotoar depan Kantor Gubernur NTB

LombokPost – Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang trotoar depan Pendopo dan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah kursi besi kuning yang sebelumnya kerap dimanfaatkan warga untuk bersantai kini telah dibongkar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengonfirmasi, pencopotan fasilitas publik tersebut dilakukan atas permintaan Pemerintah Provinsi NTB melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi.

“Memang itu permintaan dari Provinsi. Kami dihubungi oleh Kasat Pol PP NTB untuk membuka kursi-kursi tersebut. Kemungkinan karena ada masyarakat yang sering duduk-duduk di situ sehingga dirasa kurang nyaman dilihat,” kata Lale. 

Baca Juga: Trotoar Adi Sucipto Bakal Lega! PKL Dipindah ke Eks Bandara Selaparang, Mulai Ramadan Fest 

Menurut Lale, pembongkaran kursi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan dan estetika kawasan. Aktivitas masyarakat yang sering duduk-duduk dan berkumpul di lokasi tersebut dinilai kurang sesuai dengan citra lingkungan pusat pemerintahan.

Ia menyebutkan, sedikitnya enam unit kursi telah dicopot dari area tersebut. Meski kebijakan ini memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, pihaknya menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari koordinasi antar-instansi dalam penataan kawasan kota. 

Lebih lanjut, Lale memastikan kursi-kursi yang telah dibongkar tidak akan dibiarkan terbengkalai. Pihaknya telah menyiapkan rencana relokasi ke sejumlah titik yang dinilai lebih membutuhkan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Itu kan yang di depan SD di Jalan Airlangga juga bisa kita taruh di sana karena dimanfaatkan orangtua saat menjemput anak. Di Udayana juga mungkin,” ucapnya. 

Di sisi lain, kebijakan ini juga mendapat tanggapan dari warga. Ayu, salah seorang warga Mataram, menilai pencopotan kursi tersebut sebagai langkah positif.  

“Iya tidak apa-apa. Soalnya saya sering lewat situ. Kalau malam itu selalu full orang pacaran di sana,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan tidak adanya kursi di lokasi tersebut, suasana kawasan depan kantor gubernur bisa menjadi lebih tertib dan nyaman. 

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Jalan Langko #PUPR Mataram #Mataram #Kantor gubernur ntb #Satpol PP NTB