
LombokPost – Mitigasi bencana di wilayah pesisir Kota Mataram kini memasuki babak baru. Pasca terjangan banjir rob dan cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana membangun tower percepatan informasi kedaruratan cuaca di sejumlah titik strategis.
Camat Ampenan Muzakkir Walad menjelaskan, Tower Informasi yang dimaksud berbentuk menara yang dilengkapi dengan pengeras suara (speaker) atau toa.
“Fasilitas ini semacam toa atau speaker yang dibuat di beberapa titik strategis,” kata Muzakkir.
Langkah ini diambil setelah Wali Kota Mataram Mohan Roliskana melakukan tinjauan langsung ke lapangan.
Berdasarkan hasil pantauan tersebut, orang nomor satu di Mataram itu menangkap adanya urgensi untuk menghadirkan sistem peringatan dini yang lebih masif dan terintegrasi langsung ke telinga masyarakat.
Baca Juga: Banjir Rob Kembali Menghantam Rumah Warga Pesisir Ampenan
Sejatinya, Ampenan sudah memiliki fasilitas serupa yang berlokasi di pusat informasi Penghulu Agung, Ampenan Selatan.
Namun, fasilitas tersebut merupakan sisa pembangunan tahun 2007-2008.
Meski saat ini dinilai masih cukup efektif, kondisinya memerlukan perhatian serius dan jangkauannya perlu diperluas agar menyentuh seluruh lapisan warga di pesisir.
“Keinginan Pak Wali Kota bersama Pak Sekda kemarin pada saat kami turun, perlu ada sistem informasi warga yang lebih luas cakupannya,” jelas Muzakkir.
Salah satu alasan kuat di balik rencana ini adalah faktor sosiologis masyarakat pesisir. Muzakkir tidak menampik, sikap acuh tak acuh masih menjadi tantangan terbesar dalam mitigasi bencana.
Ia mencontohkan fenomena di wilayah Bintaro saat ombak pasang menghantam, sebagian warga cenderung menganggapnya sebagai hal biasa dan abai terhadap imbauan petugas.
“Karena faktor kebiasaan, warga kadang acuh kalau diinformasikan atau diminta tolong. Malah yang lebih ekstremnya, kalau diteriakin maling baru mereka semua keluar. Pola pikir dan respons seperti ini yang ingin diubah oleh Pak Wali,” cetusnya.
Nantinya, Tower Informasi ini akan dioperasikan sebagai pusat instruksi satu pintu.
Melalui pengeras suara tersebut, Lurah atau Kepala Lingkungan dapat memberikan imbauan secara real-time saat kondisi darurat terdeteksi.
Dengan instruksi yang jelas dan seragam dari pusat suara, masyarakat diharapkan menjadi lebih responsif.
Tujuannya agar warga tidak lagi menunggu situasi menjadi parah atau air masuk ke dalam rumah baru melakukan evakuasi.
Dengan adanya infrastruktur ini, Pemkot Mataram berharap rasa kepedulian masyarakat terhadap instruksi mitigasi meningkat, sehingga risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian harta benda dapat ditekan seminimal mungkin.
Baca Juga: Rp1.500 Triliun! Mengintip Operasional Megah & Presisi Masjidil Haram, Bangunan Termahal di Dunia
Terpisah, Plt Kalak BPBD Kota Mataram Ahmad Muzakki mengatakan, rencana pembangunan tower informasi di pesisir tersebut masih dalam tahap perencanaan.
Namun, persisnya ini menjadi kewenangan Dinas PUPR Kota Mataram.
“Teknisnya nanti temen-temen PUPR,” katanya singkat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




