
LombokPost - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman pohon tumbang di tengah cuaca panas melanda Kota Mataram. Meski musim kemarau atau panas identik dengan minimnya curah hujan, dinamika cuaca yang sulit diprediksi secara detail tetap menyimpan risiko bagi keselamatan pengguna jalan maupun pemukiman warga.
Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi, menegaskan pihaknya tidak dapat memastikan seratus persen bebas dari ancaman pohon tumbang. Potensi tersebut, kata dia, masih tetap ada dan mengintai di sejumlah titik keramaian maupun ruas jalan protokol Kota Mataram.
“Potensi terhadap pohon tumbang tetap ada. Kami tetap berupaya melakukan pemeriksaan secara berkala dan melakukan perantingan setiap hari guna mencegah terjadi pohon tumbang,” katanya.
Denny menjelaskan, tantangan terbesar dalam mitigasi bencana pohon tumbang ini adalah karakteristik kerusakan yang tidak selalu tampak dari luar. Berdasarkan beberapa kasus di lapangan, pohon yang secara fisik tampak rindang, hijau, dan sehat ternyata bisa mendadak tumbang akibat faktor internal maupun eksternal yang tidak terlihat sebelumnya.
Menurutnya, ada beberapa penyebab utama yang membuat pohon mendadak tumbang. Di antaranya adalah kondisi akar pohon yang ternyata sudah lapuk di dalam tanah, serta daya dukung struktur tanah di sekitar lokasi yang sudah tidak lagi kuat menahan beban pohon. Selain itu, faktor kondisi cuaca ekstrem yang sering berubah-ubah secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi secara detail besar serta lokasi pastinya turut memperbesar tingkat kerawanan.
Sebagai langkah antisipasi nyata, DLH mengintensifkan tim teknis untuk turun ke lapangan setiap hari. Kegiatan perantingan atau pemangkasan dahan pohon yang terlalu lebat digencarkan guna mengurangi beban angin serta meminimalisir risiko patah dahan maupun tumbang total.
"Kami menyisir berbagai titik secara rutin setiap hari untuk melakukan perantingan. Ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk menekan potensi risiko sekecil mungkin demi keamanan masyarakat Kota Mataram," tambahnya.
Pihak DLH juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar segera melapor jika menemukan pohon pelindung di lingkungan sekitar yang dinilai sudah rawan, condong membahayakan, atau menunjukkan gejala lapuk. Partisipasi aktif warga sangat diharapkan guna mempercepat penanganan sebelum potensi ancaman tersebut berubah menjadi insiden yang tidak diinginkan.
“Pengguna jalan juga lebih hati-hati, jangan memarkir kendaraan di bawah pohon besar,” jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




