
LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan kondisi cuaca panas dan relatif kering masih menyelimuti berbagai wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB). Periode cuaca terik ini diperkirakan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 20 hingga 26 Oktober 2026.
Kondisi terik ini dipicu oleh fenomena iklim global yang belum mereda. Berdasarkan pemantauan iklim awal Oktober 2026, fenomena El Nino dilaporkan masih bertahan dengan intensitas yang sangat kuat.
Indikasi kuatnya fenomena tersebut terlihat dari anomali suhu muka laut di kawasan Nino3.4 yang menembus angka +3,33 derajat Celsius. Selain itu, indeks ENSO tiga bulanan periode Agustus hingga Oktober juga tercatat menyentuh angka +3,08.
BMKG mencatat dominasi iklim kering ini sudah berlangsung merata sejak Dasarian III September 2026. Wilayah kepulauan di bagian selatan ekuator, termasuk NTB, turut merasakan dampak berkepanjangan dari musim kering tersebut.
Sebelumnya, lonjakan suhu udara ekstrem telah terdeteksi di sejumlah titik di Indonesia. Suhu maksimum harian sempat mencapai 38,5 derajat Celsius di Jawa Barat pada 17 Oktober 2026, serta 38 derajat Celsius di Lampung dan Jawa Tengah pada hari yang sama. Sementara itu, wilayah Jawa Timur membukukan suhu tertinggi 38 derajat Celsius pada 16 Oktober 2026.
Masyarakat di wilayah NTB dan sekitarnya diimbau untuk tetap menjaga asupan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi. Warga juga diminta mewaspadai potensi kekeringan selama paparan suhu terik ini masih berlangsung.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



