
LombokPost - Kehadiran dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mataram memberikan angin segar bagi penanganan ketenagakerjaan. Program nasional ini dinilai tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga berpotensi besar dalam menekan angka pengangguran terbuka serta menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan di daerah.
“Bisa membantu lah, menekan angka pengangguran,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Putra Ekantara.
Baca Juga: Dana Dapur MBG Tak Cair, BGN Sebut Masalah Laporan Keuangan dan Data Penerima
Berdasarkan data terakhir pada akhir tahun 2025, angka pengangguran di Kota Mataram tercatat masih berada di kisaran 4,8 persen atau sekitar 10.000 jiwa. Dengan masifnya operasional kurang lebih 65 titik SPPG yang keselurhan mempekerjakan sekitar 2.800 relawan dan pegawai. Disnaker optimis hal ini dapat membantu meringankan beban pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran.
“Apalagi kan dia menerima warga sekitar tuh. SOP-nya kan gak boleh dari luar daerah, harus di daerah SPPG di sana, diutamakan warga sana,” jelasnya.
Kendati demikian, Disnaker mencatat masih ada kendala koordinasi terkait pelaporan data tenaga kerja dari pihak pengelola SPPG. Sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2025, setiap perusahaan termasuk pengelola program MBG wajib melaporkan data ketenagakerjaan secara berkala. Mulai dari jumlah pegawai, akuntan, hingga ahli gizi yang dilibatkan.
“Ya sampai saat ini belum ada masuk laporannya, ya karena ini memang program pusat ya, tapi tidak menutup kewajiban. Ya karena di Perda itu nomor 4 kan mengamanatkan begitu, makanya melalui kesempatan ini kita minta langsung tadi,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Disnaker terus menggencarkan berbagai program pelatihan kerja dan pemberdayaan melalui bidang penempatan tenaga kerja. Bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait.
“Sudah ada beberapa pelatihan kita lakukan. Mulai dari DBHCHT dan pokir dewan,” ucapnya.
Mengenai target penekanan angka pengangguran, Putra belum memberikan angka pasti. Menurutnya, hal tersebut perlu kurasi data.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




