"Alhamdullillah, hasil yang memuaskan ini berkat kerja keras semua pihak, Pemerintah Kota Mataram, Pokdarwis Tanjung Samudera, pelaku UMKM dan masyarakat yang selalu mensupport," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi usai menerima penghargaan ADWI 2022 di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta.
Destinasi wisata Taman Loang Baloq menjadi salah satu destinasi wisata yang komplet. Tidak hanya menyediakan wisata alam pantai, tetapi juga wisata religi, kuliner hingga menyediakan aneka suvenir yang bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Pulau Lombok.
Suvenir seperti mutiara Sekarbela, fashion atau pakaian dengan bahan kain tenun sasambo, kuliner khas seperti Sate Rembiga hingga ayam Taliwang menjadi suvenir yang bisa dibawa pulang dari Mataram. Ini menjadikan Loang Baloq memiliki nilai lebih dibanding desa wisata lain yang ada di Indonesia.
"Suvenir yang ada di Loang Baloq dan daerah terdekat atau sekitar Loang Baloq juga mendukung. Kriya, fashion dan kulinernya menjadi penilaian," papar Denny.
Penghargaan juara I ADWI tahun ini diterima oleh Ketua Pokdarwis Tanjung Samudra Tamrin yang didampingi pihak Dispar Kota Mataram. Hadir dalam puncak acara ADWI tersebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Sandiaga menyampaikan jika ADWI ini ia inisiasi di tengah wabah pandemi Covid-19. Ajang ini ia harapkan bis amendorong pariwisata tetap menggeliat meski tengah digempur kondisi pandemi. "Kita ingin menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif itu mulai dari desa. Dengan kondisi pandemi, kami mengajak desa wisata itu berinovasi agar menghidupkan perekonomian masyarakatnya," ucap Sandiaga.
Antusias desa wisata untuk mengikuti ajang ini melebihi ekspektasinya. Total ada sekitar 3.419 desa wisata yang ikut ajang ini. Dari jumlah tersebut diseleksi menjadi 300 besar hingga 50 besar. Untuk desa wisata yang masuk 50 besar, Menteri Sandiaga Uno bersama tim turun langsung untuk melakukan penilaian. Mereka yang masuk 50 besar kemudian diundang pada acara puncak kemarin malam.
Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap ke depan desa wisata terus berbenah untuk agar semakin nyaman dan banyak dikunjungi wisatawan.
"Selain alam yang indah, kita punya budaya yang luar biasa. Ini yang harus kita lestarikan melibatkan kepala desa, kepala daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan terutama kelompok sadar wisata (Pokdarwis)," ucapnya. (ton/r3)
Editor : Administrator