Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Epicentrum Mall Terapkan Parkir Uang Elektronik Mulai Juli 2025

Nurul Hidayati • Rabu, 25 Juni 2025 | 04:40 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Lombok Epicentrum Mall (LEM) akan segera menerapkan sistem pembayaran parkir secara non-tunai, menggunakan uang elektronik, mulai tanggal 1 bulan Juli 2025 mendatang.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi para pengunjung mall.

Penerapan sistem pembayaran parkir dengan uang elektronik ini merupakan langkah adaptasi LEM terhadap perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat yang semakin beralih ke transaksi digital.

Baca Juga: Transaksi Uang Elektronik-Digital Bukan Objek Pajak, Pembayaran QRIS Tidak Dibebani Pajak

Dengan demikian, pengunjung tidak perlu lagi repot menyiapkan uang tunai saat akan membayar parkir, cukup dengan memanfaatkan kartu uang elektronik yang mereka miliki.

"Kami menyambut baik penerapan sistem parkir uang elektronik di LEM. Ini akan sangat memudahkan kami sebagai pengunjung. Tidak perlu lagi antre lama di gerbang keluar atau mencari uang pas," ujar Rani Maharani, salah seorang pengunjung setia LEM.

Pihak manajemen LEM belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis uang elektronik apa saja yang akan diterima.

Baca Juga: Per 1 Agustus, Bayar Parkir Kendaraan Roda Empat di Bandara Lombok Pakai Uang Elektronik

Namun diharapkan pengunjung mencakup dompet digital populer dan kartu prabayar yang banyak digunakan di Indonesia.

Sosialisasi mengenai kebijakan baru ini diperkirakan akan gencar dilakukan menjelang bulan Juli 2025.

Dengan adanya perubahan ini, LEM berharap dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih modern, cepat, dan nyaman bagi seluruh pengunjungnya.

Baca Juga: Upaya Peningkatan Transaksi Digital Pemda di NTB, BI NTB Dorong Pemanfaatan Kanal Pembayaran Non Tunai

Uang elektronik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran modern di Indonesia.

Kemudahan, kecepatan, dan kepraktisan yang ditawarkannya menjadikannya pilihan favorit untuk berbagai transaksi sehari-hari.

Uang elektronik adalah instrumen pembayaran yang nilai uangnya disimpan secara elektronik dalam suatu media, bisa berupa chip (pada kartu) atau server (pada aplikasi/dompet digital).

Nilai uang ini disetor terlebih dahulu kepada penerbit dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran.

Penting untuk diingat bahwa uang elektronik bukan merupakan simpanan bank.

Karakteristik Utama Uang Elektronik Mudah Dikenali dan Digunakan.

Pengunjung Lombok Epicentrum Mall (LEM) sedang test drive New Honda PCX 160 di parkir LEM, Minggu (19/1).
Pengunjung Lombok Epicentrum Mall (LEM) sedang test drive New Honda PCX 160 di parkir LEM, Minggu (19/1).

Nilai Uang Disimpan Elektronik, Uang tidak berbentuk fisik, melainkan dalam bentuk data digital.

Prabayar (Prepaid), Pengguna harus mengisi saldo terlebih dahulu sebelum dapat menggunakannya.

Bukan Simpanan Bank, Tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) seperti tabungan bank.

Tanpa PIN/Tanda Tangan (Umumnya), Untuk transaksi kecil, seringkali cukup dengan menempelkan kartu (tap) atau memindai kode QR.

Nilai uang disimpan dalam chip yang tertanam di dalam kartu fisik.

Transaksi dilakukan dengan menempelkan kartu pada alat pembaca (EDC). Contoh populer termasuk kartu pembayaran tol, parkir, dan transportasi umum.

Contoh e-Money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA.

Inilah beberapa kartu uang elektronik yang paling umum digunakan di Indonesia, terutama untuk pembayaran tol, parkir, dan transportasi umum.

Editor : Redaksi Lombok Post
#LEM #Parkir #Lombok Epicentrum Mall #non tunai #uang elektronik