LombokPost– Rumah Sakit Mandalika (RS Mandalika) siap memberikan dukungan medis penuh pada ajang internasional MotoGP 2025.
Event bergengsi yang mengangkat nama Indonesia khususnya NTB di kancah global ini akan kembali digelar di Sirkuit Internasional Mandalika pada 3-5 Oktober 2025.
Komitmen ini ditegaskan oleh jajaran direksi dan tim medis rumah sakit sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi kesuksesan even balap motor dunia tersebut.
Kesiapsiagaan RS Mandalika bagian pendukung sistem penanganan kesehatan selama perlombaan berlangsung.
Direktur RS Mandalika dr Oxy Tjahjo Wahjuni mengatakan, pengalaman menangani event balap atau sejenisnya pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal berharga.
“Kami sudah memulai persiapan, mulai dari penyiapan tim medis khusus, alat kesehatan pendukung, hingga koordinasi dengan panitia, tim safety race,” jelasnya kepada Lombok Post.
Kesiapan RS Mandalika ini tidak hanya tentang pelayanan kesehatan pada hari-H, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap pariwisata dan ekonomi NTB.
Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP sangat bergantung pada kesiapan semua sektor, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan yang mumpuni.
Dengan kesiapan ini, RS Mandalika kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan bagi masyarakat lokal.
Tetapi juga sebagai institusi yang andal dan mampu bersaing dalam mendukung event dunia, mengangkat harum nama NTB.
Diketahui, fasilitas rawat inap RS Mandalika kini memiliki gedung KRIS berkapasitas 64 tempat tidur.
Tahun ini akan dibuka poliklinik khusus TB Paru dan TB DOT.
Peralatan medis juga terus bertambah, dari peralatan dasar hingga alat canggih seperti CT scan, C-arm, bronkoskopi, endoskopi, dan EEG.
Target jangka menengah, kapasitas tempat tidur ditingkatkan menjadi 200 unit, sehingga RS Mandalika bisa naik kelas menjadi tipe B pada 2027—2028.
dr Oxy menegaskan, visi RS Mandalika adalah menghadirkan layanan kesehatan paripurna, tidak hanya menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental, emosional, dan spiritual pasien.
“Kalau hanya sehat fisik belum cukup untuk produktif. Kami ingin masyarakat NTB sehat lahir batin sehingga mampu mewujudkan keluarga yang kuat dan mendidik generasi emas di masa depan,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida