Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Cari Teknologi Baru untuk Perbaiki Jalan Rusak Akibat Banjir

Yuyun Kutari • Senin, 9 Maret 2026 | 17:10 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

LombokPost – Pemprov NTB tengah fokus mencari teknologi baru, untuk memperbaiki jalan-jalan provinsi yang mengalami kerusakan akibat banjir dan bencana hidrometeorologi.

Setidaknya ada 31 titik jalan di Pulau Sumbawa yang terdampak, sehingga perbaikan segera menjadi prioritas pemerintah daerah (pemda).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan pihaknya tengah mengkaji teknologi pembangunan jalan yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih tahan terhadap tekanan air. 

“Setidaknya ada 31 titik jalan provinsi yang mengalami kerusakan akibat banjir dan sebagainya. Kita fokus mencari teknologi baru yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih kuat menghadapi air untuk memperbaiki jalan-jalan,” terangnya.

Ia menekankan pentingnya perbaikan jalan-jalan strategis terlebih dahulu, karena beberapa jalur berperan vital untuk sektor pertanian, pariwisata, dan transportasi. 

“Jalan-jalan ini semua strategis. Ada jalan strategis untuk jagung, jalan strategis untuk pariwisata, jalan strategis untuk transportasi. Sehingga pilihan untuk menyelesaikan ini dulu baru yang lainnya akan lebih efektif,” bebernya.

Terkait anggaran, Iqbal mengakui estimasi biaya perbaikan belum ditentukan, karena pemerintah masih mengumpulkan dan mengkaji teknologi baru untuk pembangunan jalan.

“Sampai sekarang estimasi anggarannya belum dihitung. Teman-teman sedang mengumpulkan teknologi baru di bidang pembangunan jalan, agar membangun jalan lebih cepat, lebih baik, dan lebih kuat,” ujarnya. 

Salah satu teknologi yang tengah dikaji adalah oil stabilizer yang awalnya digunakan di tambang di Australia dan dinilai memiliki stabilitas tinggi menghadapi tekanan air.

Menurut Iqbal, teknologi aspal konvensional kurang cocok untuk kondisi banjir dan aliran air deras yang sering terjadi di wilayah Sumbawa.

 “Di Australia ada teknologi oil stabilizer yang awalnya untuk tambang. Ini salah satu teknologi yang sangat stabil,” ujarnya.

teknologi tersebut masih dalam proses pengkajian oleh tim BUMD yang ia tugaskan, setelah melakukan kunjungan keliling Pulau Sumbawa.

Ia menambahkan, hampir semua kerusakan jalan di wilayah itu disebabkan oleh bencana hidro, sehingga penggunaan teknologi aspal konvensional dinilai kurang cocok, dan pemerintah saat ini tengah mencoba alternatif teknologi yang lebih sesuai.

Dengan langkah ini, Pemprov NTB berharap jalan-jalan strategis yang rusak bisa segera diperbaiki, sehingga aktivitas masyarakat, distribusi pertanian, pariwisata, dan transportasi tetap berjalan lancar meski menghadapi cuaca ekstrem.

Editor : Kimda Farida
#pulau sumbawa #transportasi #australia #BUMD #Jalan #tambang #sektor pertanian #teknologi #Bencana hidrometeorologi #tekanan air #Banjir #Pemprov NTB