Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libur Sekolah, Distribusi MBG Jalan Terus dan Bersifat Fleksibel

L
Penulis: Lombok Post Online❯

 


Advertisement

MBG: Seorang anak melihat keluar jendela kelas saat petugas MBG datang ke sekolahnya di Desa Mangkung, Lombok Tengah, belum lama ini. Distribusi MBG tetap berjalan meski libur sekolah.
MBG: Seorang anak melihat keluar jendela kelas saat petugas MBG datang ke sekolahnya di Desa Mangkung, Lombok Tengah, belum lama ini. Distribusi MBG tetap berjalan meski libur sekolah.
 

 

LombokPost - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan saat libur sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh sasaran penerima manfaat tetap mendapatkan MBG.

Advertisement

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, distribusi MBG tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur semester.

Kelompok rentan ibu hamil (bumil), ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok 3B) tetap mendapatkan MBG enam hari dalam sepekan. Sementara, siswa dan santri memperoleh paket MBG dengan mekanisme yang disesuaikan dengan kondisi libur sekolah.

”Ini komitmen kami menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi,” ujarnya.

Advertisement

Selama libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi. Setiap penerima memperoleh satu menu siap santap yang dimasak oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang.

Paket kemasan berisi roti, telur, susu, dan buah yang disusun sesuai prinsip gizi seimbang dan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Penerima dapat Satu Menu dan Dua Paket Dibawa Pulang.

Selain itu, BGN menerapkan sistem dua totebag berbeda warna dalam pendistribusian paket MBG. Setiap SPPG wajib menyediakan dua tas jinjing, biru dan merah.

Itu digunakan secara bergiliran. Mekanisme ini bertujuan memperkuat ketertiban, transparansi, serta mencegah potensi pengambilan ganda atau distribusi yang tidak sesuai data.

”Dengan dua totebag berbeda warna, petugas dapat langsung mengetahui paket mana yang sudah diterima dan mana yang akan ditukar berikutnya,” kata Hida.

Dari sisi anggaran, alokasi MBG tetap sebesar Rp15.000 per penerima manfaat. Dana itu dibagi dalam tiga komponen, yakni biaya bahan baku sesuai harga riil, biaya operasional minimum di luar honor relawan, serta biaya sewa yang dihitung berdasarkan rata-rata jumlah porsi saat operasional normal.

BGN juga mengatur bahwa paket MBG kemasan hanya dirancang untuk ketahanan maksimal dua hari. Ketentuan ini bertujuan menjaga keamanan pangan dan mencegah risiko konsumsi makanan yang melewati batas aman. Isi paket dipilih dari bahan pangan yang tahan suhu ruang namun tetap bergizi.

Selain itu, distribusi MBG selama libur sekolah bersifat fleksibel. SPPG diperbolehkan membagikan paket MBG kemasan sehari sebelum libur jika diperlukan, terutama untuk mengantisipasi perubahan kalender pendidikan di daerah. 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

MBG Prasmanan di Lombok Tengah Butuh Persiapan Ekstra

MBG Prasmanan di Lombok Tengah Butuh Persiapan Ekstra

BGN belum mengeluarkan petunjuk teknis maupun arahan resmi terkait penerapan sistem MBG Prasmanan di Lombok Tengah

Cegah Makanan Mubazir, Kemenag Mataram Dukung MBG Prasmanan

Cegah Makanan Mubazir, Kemenag Mataram Dukung MBG Prasmanan

MBG) berbasis prasmanan yang dicetuskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Mitra SPPG Gelar Aksi Bungkam, Soroti Ketidakpastian Operasional MBG

Mitra SPPG Gelar Aksi Bungkam, Soroti Ketidakpastian Operasional MBG

Peserta aksi menutup mulut menggunakan lakban dan membentangkan spanduk, “GEDUNG BGN DI-SUSPEND MITRA SELURUH INDONESIA."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer