Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Segera Bangun 100 Gudang Bulog

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Mentan sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, saat menandatangani SKB di Kemenko Bidang Pangan, Selasa (11/11).
Mentan sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, saat menandatangani SKB di Kemenko Bidang Pangan, Selasa (11/11).

LombokPost - Pemerintah memperkuat rantai pasok pangan nasional, melalui penyediaan infrastruktur pascapanen berupa pembangunan 100 gudang Perum Bulog di berbagai daerah.


Advertisement

Kebijakan ini menjadi solusi, terhadap terbatasnya kapasitas penyimpanan yang selama ini menjadi kendala penyerapan hasil panen.

Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tengah mempercepat pembangunan gudang Bulog, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pasca panen untuk menjaga pasokan pangan nasional. “Ini perintah langsung Bapak Presiden," tegasnya.

Pemerintah tidak boleh membiarkan hasil panen petani terhambat penyerapannya hanya karena keterbatasan gudang. "Kita harus bertindak cepat, karena produksi meningkat signifikan,” ujar Mentan Amran.

Advertisement

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton, tertinggi dalam lima tahun terakhir, dengan surplus sekitar 3,8 juta ton dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional.

Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi di sektor pertanian. Pemerintah menyampaikan peningkatan produksi perlu diikuti dengan penguatan sistem penyerapan hasil panen agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan di tingkat petani.

"Ketersediaan fasilitas penyimpanan dan distribusi hasil pertanian, seperti gabah dan jagung menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga," jelasnya. 

Advertisement

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memperkuat rantai pasok pangan, melalui penyediaan infrastruktur pascapanen.

“Rupanya gudang yang menjadi masalah. Karena gudang Bulog itu bukan bertambah tapi berkurang. Oleh karena itu melalui perintah Pak Presiden, kita harus segera membangun gudang," kata politisi PAN tersebut.

Adapun yang disepakati jumlahnya adalah 100 tempat, dengan anggaran pembangunan menyentuh Rp 5 triliun.

Menurut Zulkifli, pembangunan 100 gudang Bulog di sentra-sentra produksi padi dan jagung merupakan jawaban, atas keluhan petani terhadap keterlambatan penyerapan hasil panen.

“Bulog keluhannya, gudangnya kurang. Nah sekarang akan dibangun secepat-cepatnya 100 gudang. Jadi intinya ini adalah jawaban dari keluhan para petani. Jawaban terhadap tuntutan masyarakat, karena panennya kemarin melimpah, baik gabah maupun jagung, karena kerja keras tim, dipimpin Pak Mentan ini, produksinya meningkat,” bebernya.

Proyek penyediaan infrastruktur pascapanen ini dilaksanakan melalui penugasan khusus kepada Bulog, dengan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Sebanyak 51 gudang akan dibangun di lahan Bulog dan 49 di lahan hibah dari pemerintah daerah, meliputi fasilitas gudang baru, rice-to-rice, dan dryer.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sidak Gudang Bulog, Minyakita Mataram Dipastikan Bebas Campuran

Sidak Gudang Bulog, Minyakita Mataram Dipastikan Bebas Campuran

kualitas Minyakita di gudang Bulog dipastikan aman dan layak konsumsi.

Hilirisasi Rumput Laut NTB, Potensi Laut yang Menggerakkan Dua Sektor

Hilirisasi Rumput Laut NTB, Potensi Laut yang Menggerakkan Dua Sektor

Rumput laut NTB menembus pasar global melalui hilirisasi, mendukung pertanian, dan memperkuat ekonomi biru berkelanjutan.

BULOG Serahkan Beasiswa Senilai Rp 253,4 Juta untuk 12 Anak Petani NTB

BULOG Serahkan Beasiswa Senilai Rp 253,4 Juta untuk 12 Anak Petani NTB

Perum BULOG melalui program BULOG Peduli Pintar menyalurkan beasiswa senilai Rp 253,24 juta kepada 12 mahasiswa anak petani asal NTB,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer