Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Simak Baik-Baik, Ini Kabar Baik dan Buruk Bagi KPM Bansos 2026

G
Penulis: Geumerie Ayu❯
Info seputar bansos
Info seputar bansos

 


Advertisement

LombokPost – Kementerian Sosial (Kemensos) RI tancap gas. Tak hanya melakukan percepatan pencairan di sisa tahun ini, Kemensos juga merilis kebijakan strategis yang menjadi "kabar baik sekaligus kabar buruk" bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2026 mendatang.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah pembenahan total Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Langkah ini diambil untuk memastikan prinsip keadilan dan pemerataan bantuan sosial (bansos) di seluruh tanah air, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Advertisement

Kabar menggembirakan datang bagi warga miskin yang selama ini merasa layak namun belum pernah tersentuh bantuan reguler. Pada tahun 2026, Kemensos dipastikan akan menambah kuota KPM baru.

Penambahan ini bertujuan untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh penerima sebelumnya.

Syarat utamanya tetap ketat: calon penerima wajib terdaftar di DTKS dan masuk dalam klasifikasi Desil 1 hingga Desil 5.

Advertisement

Di sisi lain, bagi KPM PKH "lawas", ada kebijakan yang menuntut kemandirian. Kemensos akan mulai memberlakukan Graduasi Bertahap.

Penerima PKH (di luar kategori Lansia dan Disabilitas) yang masa kepesertaannya sudah melampaui 5 tahun akan mulai dikeluarkan dari daftar penerima secara sistematis.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin mendorong KPM usia produktif untuk beralih dari mentalitas penerima bantuan menuju pemberdayaan ekonomi atau pelatihan keterampilan.

Kuota yang kosong akan dialihkan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan. Ini adalah upaya pemerataan.

Kabar segar juga berembus bagi orang tua siswa. Memasuki pertengahan Desember ini, dana Program Indonesia Pintar (PIP) dilaporkan mulai cair serentak di berbagai wilayah di Indonesia.

Bantuan ini menyasar anak sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang telah melakukan aktivasi rekening Simpanan Pelajar (SimPel) pada medio Oktober hingga November lalu.

Nominalnya pun cukup menggiurkan untuk membantu operasional pendidikan:

1. SD/SMP: Rp450.000 hingga Rp750.000

2. SMA/SMK: Mencapai Rp1.800.000

Selain NTB, wilayah lain seperti Jakarta Barat, Makassar, hingga Malang juga melaporkan pencairan serupa.

Bagi KPM yang memiliki anak sekolah dengan SK Nominasi PIP, disarankan segera mengecek saldo di rekening SimPel atau melalui laman resmi pip.kemdikbud.go.id.

Pemerintah berharap, dengan kombinasi antara graduasi mandiri dan bantuan pendidikan yang tepat waktu, rantai kemiskinan antar-generasi dapat diputus secara perlahan.

Advertisement
Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Radar Bogor
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabar Gembira! Enam Bansos Disiapkan Cair Mulai Juli 2026, Sejumlah Bantuan Berpotensi Dirapel

Kabar Gembira! Enam Bansos Disiapkan Cair Mulai Juli 2026, Sejumlah Bantuan Berpotensi Dirapel

Pemerintah mulai mempersiapkan penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) memasuki triwulan ketiga 2026.

Batas Transaksi Bansos Tahap II Berakhir 30 Juni, KPM Diminta Segera Cek Saldo KKS

Batas Transaksi Bansos Tahap II Berakhir 30 Juni, KPM Diminta Segera Cek Saldo KKS

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diminta segera memastikan status pencaira

Kuota Bantuan Pangan Gerung Utara Melonjak, Naik Jadi 517 KPM

Kuota Bantuan Pangan Gerung Utara Melonjak, Naik Jadi 517 KPM

Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan beras di Kelurahan Gerung Utara mengalami lonjakan signifikan kuota penerima.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer