Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Campak Diklaim Turun Signifikan

L
Penulis: Lombok Post Online❯

Kemenkes Perkuat Surveilans 24 Jam: Kasus Suspek Campak Melonjak Signifikan
Kemenkes Perkuat Surveilans 24 Jam: Kasus Suspek Campak Melonjak Signifikan


Advertisement

LombokPost - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penurunan signifikan kasus campak di Indonesia hingga minggu ke-12 di tahun ini.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menyebut, meski sempat meningkat di awal tahun, kasus kini terus melandai.

“Kasus campak di Indonesia pada 2026 ini memang meningkat pada minggu pertama tahun ini, kemudian menurun, kemudian naik sedikit di minggu ke-9, dan secara konstan menurun sampai dengan minggu ke-12,” ujarnya dalam taklimat media di Jakarta Senin (30/3).

Advertisement

Dia memaparkan, pada minggu ke-12 epidemiologi, tercatat 146 kasus, turun dibandingkan minggu ke-11 sebanyak 368 kasus.

Jika dibandingkan dengan minggu pertama 2026 yang mencapai 2.220 kasus, terjadi penurunan sekitar 93 persen.

Tren penurunan juga terjadi di sejumlah provinsi dengan kasus tinggi, seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Jawa Barat.

Advertisement

“Sekalipun angkanya sudah menurun, surveilans ketat tetap kami lakukan,” tegasnya.

Kasus Cianjur

Perhatian khusus Kemenkes ditujukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di mana seorang dokter laki-laki berusia 25 tahun Kamis (26/3) pekan lalu meninggal dunia akibat campak dengan komplikasi. “Kasus mengeluh demam, flu, dan batuk.

Kasus meminta izin untuk tidak dinas, sudah diizinkan. Namun, kasus tetap datang juga untuk berdinas selama tiga hari berturut-turut menangani ada kasus campak,” ungkap Andi.

Kondisi pasien kemudian memburuk hingga akhirnya dirawat intensif. “Pada pukul 11.30, kasus dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis akhir campak dengan gangguan jantung dan otak,” ucapnya.

Meski demikian, secara umum situasi di Cianjur relatif terkendali. Dari 25 suspek campak, hanya sembilan yang terkonfirmasi dan pada minggu ke-12 tidak ditemukan kasus baru.

Sebagai respons, Kemenkes menerbitkan surat edaran kewaspadaan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Salah satu poin penting adalah penguatan perlindungan nakes di fasilitas layanan kesehatan. (lyn/ttg/JPG/r3)

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Vaksinasi PMK di NTB Tidak Lagi Semasif Dulu

Vaksinasi PMK di NTB Tidak Lagi Semasif Dulu

Vaksinasi PMK NTB melambat akibat keterbatasan operasional, meski pemerintah menargetkan 500 ribu ternak tervaksin hingga akhir tahun.

Alami Saraf Kejepit Alasan Hotman Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus, Hari Ini Jalani Pengobatan di Singapura

Alami Saraf Kejepit Alasan Hotman Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus, Hari Ini Jalani Pengobatan di Singapura

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mendesak Jampidsus baru, Kuntadi, untuk bergerak cepat menuntaskan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana

Wabup Nursiah Tegaskan Netral di Kasus Pembakaran Santri

Wabup Nursiah Tegaskan Netral di Kasus Pembakaran Santri

Nursiah menegaskan bahwa kedatangannya murni didasari oleh hubungan personal dan ikatan sahabat dengan sang pimpinan ponpes bukan soal lain

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer