Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BNPB Tak Akan Terima Semua Bantuan Karhutla dari Luar Negeri, Ini Alasannya

A
Penulis: Akbar Sirinawa❯
Plt Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S. P. Panjaitan (kiri) bersama Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Then Suyanti menyampaikan update penanganan karhutla di Indonesia pada Kamis (22/10). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
Plt Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S. P. Panjaitan (kiri) bersama Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Then Suyanti menyampaikan update penanganan karhutla di Indonesia pada Kamis (22/10). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

Advertisement

 

LombokPost-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak akan menerima seluruh tawaran bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari luar negeri. Pemerintah memprioritaskan bantuan berupa peralatan dan teknologi yang belum dimiliki Indonesia agar dukungan yang masuk sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Sejumlah negara telah menawarkan bantuan untuk mempercepat penanganan karhutla, termasuk Jepang dan Singapura. Namun, BNPB masih menginventarisasi kebutuhan sebelum memutuskan bantuan yang akan diterima.

Advertisement

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S. P. Panjaitan mengatakan pemerintah menghargai tawaran bantuan dari negara-negara yang ingin mendukung penanggulangan karhutla di Indonesia.

”Sejumlah negara telah menawarkan bantuan kepada Indonesia antara Jepang dan Singapura. Kami menghargai, menghormati seluruh tawaran dari berbagai negara yang sudah menyampaikan ke Indonesia,” kata Berton dalam konferensi pers di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (22/10).

Advertisement

Menurutnya, setiap tawaran bantuan harus melalui proses inventarisasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan penanganan kebakaran. Peralatan yang sudah tersedia di dalam negeri tidak menjadi prioritas untuk dimintakan kepada negara lain.

BNPB lebih mengutamakan dukungan yang dapat melengkapi kemampuan Indonesia dalam menangani karhutla, terutama peralatan dan teknologi yang belum tersedia.

”Kebutuhan bantuan dari luar negeri lebih diarahkan pada pengadaan alat dan teknologi yang belum dimiliki oleh Indonesia saat ini,” tegasnya.

Sikap serupa sebelumnya disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi. Ia mengatakan Indonesia membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi kebutuhan penanggulangan karhutla sebelum menerima tawaran bantuan dari negara lain.

Menurut Kristomei, bantuan asing perlu diarahkan pada kebutuhan yang belum dapat dipenuhi menggunakan sumber daya dalam negeri. Langkah itu dilakukan agar dukungan internasional benar-benar bermanfaat dalam operasi penanggulangan kebakaran.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Tangani Karhutla di Tujuh Provinsi

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Tangani Karhutla di Tujuh Provinsi

Pemerintah menyalurkan Rp 1,235 triliun untuk penanganan karhutla di tujuh provinsi dan 35 kabupaten/kota, termasuk bantuan kesehatan warga.

Suhu Panas Mendominasi, BMKG Ingatkan Waspada Potensi Hujan Lokal dan Karhutla

Suhu Panas Mendominasi, BMKG Ingatkan Waspada Potensi Hujan Lokal dan Karhutla

BMKG rilis prakiraan cuaca 20–26 Okt 2026: suhu panas capai 38,5°C, waspada potensi hujan lokal, angin kencang, & ancaman karhutla.

Karhutla Kalimantan: Polda NTB Terjunkan 200 Personel Brimob

Karhutla Kalimantan: Polda NTB Terjunkan 200 Personel Brimob

Polda NTB mengerahkan 200 personel Satbrimob ke Kalimantan untuk misi penanggulangan Karhutla dalam Operasi Aman Nusa II.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer