LombokPost - Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Bogor mengakibatkan banjir besar di beberapa lokasi.
Tak hanya banjir, Kabupaten Bogor juga mengalami longsor usai diterpa hujan deras sejak Sabtu, 5 Juli 2025.
Banjir dan longsor di Kabupaten Bogor ini menerjang 18 Kecamatan dengan 28 titik berbeda.
Tercatat 21 titik lokasi mengalami banjir dan longsor dan 7 titik lainnya hanya diterjang banjir.
Kawasan puncak tepatnya di Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua menjadi wilayah terparah yang diterjang banjir dan longsor.
Di Kecamatan Megamendung, banjir dan longsor menerpa sebuah pesantren dimana seorang santri dinyatakan menjadi korban meninggal dunia.
Tiga akses jalan terputus dan dua rumah rusak parah setelah longsor menerjang Kecamatan Cisarua.
Dua orang di Kelurahan Tugu Utara, Cisarua dinyatakan meninggal dunia setelah terseret banjir bandang.
Banjir dan longsor di Kabupaten Bogor mengakibatkan 44 KK terdampak dimana 186 jiwa diungsikan ke tempat yang aman.
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan setelah banjir dan longsor terjadi.
Tak hanya itu TNI, Polri Basarnas, Satpol PP, Tagana, dan Damkar hingga relawan juga dikerahkan untuk mengevakuasi korban longsor.
BPBD Kabupaten Bogor mengatakan tim SAR masih mencari korban hilang di Kecamatan Megamendung.
Korban diketahui hilang saat sedang memancing di kolam pemancingan Sungai Ciesek.
BPBD Kabupaten Bogor menjelaskan korban hilang kemungkinan tertimbun longsor atau terbawa arus banjir di Sungai Ciesek.
Hingga kini proses evakuasi dan pencairan korban hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Editor : Siti Aeny Maryam